Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi, Ketua MPR RI Libatkan KAHMI Susun Road Map Pengembangan Entrepreneur Syariah

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

Kendari, Sultrademo.co – Mengingat potensi perkembangan ekonomi syariah yang begitu besar, Ketua MPR RI sekaligus Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong KAHMI agar terlibat dalam menyusun road map pengembangan entrepreneur syariah.

Hal ini sekaligus menjadi upaya pemulihan ekonomi nasional dimana Ramadan merupakan bulan yang menguji dan menempa sisi rohaniah dan spiritualitas manusia agar semakin mampu mentransformasikan nilai-nilai keagamaan dalam segala dimensinya.

Bacaan Lainnya
 

” Termasuk pada sektor perekonomian yang harus bermuara pada terwujudnya falah atau kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bamsoet.

Lewat acara ‘Gema Ramadhan, Buka Puasa Bersama dan Tarawih’ di KAHMI Center, secara virtual dari Jakarta, Senin (18/4) kemarin, Ketua DPR RI ke-20 ini merinci tantangan yang saat ini dihadapi yakni menggeliatkan kembali roda perekonomian rakyat yang sempat lesu akibat pandemi COVID-19.

Akan tetapi di satu sisi, dia menilai Indonesia harus bersyukur karena bisa terbebas dari jerat resesi pada kuartal II tahun 2021.

” Pemulihan ekonomi nasional salah satunya bisa didorong oleh perkembangan ekonomi syariah yang potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy 2020/21 mencapai Rp 2.937 triliun. Besarnya potensi ekonomi syariah tidak lepas dari jumlah pemeluk Islam di Indonesia yang mencapai 87,2 persen dari populasi,” terang Bamsoet.

Menurutnya, Dalam konteks pembangunan sistem ekonomi Islam, perilaku masyarakat dalam memaknai setiap aktivitas perekonomiannya menjadi faktor yang sangat penting dan menentukan implementasi nilai-nilai spiritualitas Islam dalam kehidupan perekonomian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bersama-sama dengan pelembagaan perbankan dan keuangan syariah, bisa membentuk sistem ekonomi Islam yang lebih holistik, kokoh dan berdaya saing, sehingga mampu menjawab tantangan dan dinamika zaman.

“Terlebih Indonesia juga telah naik ke peringkat 4 dari peringkat 5 dunia untuk pengembangan keuangan syariah setelah Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Sementara, aset keuangan syariah di Indonesia menempati peringkat 7 dunia dengan total aset sebesar USD 99 miliar,” lanjutnya.

Olehnya itu, menurutnya penting bagi KAHMI untuk terlibat dalam melahirkan road map pengembangan entrepreneur syariah.

” Adapun pembuatannya bisa dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan yang harus menyiapkan pendidikan vokasi syariah, serta Kementerian Koperasi dan UKM yang membuat taksonomi UMKM yang bisa dikembangkan berbasis syariah, seperti di kalangan pondok pesantren,” tuturnya.

Lanjut Bamsoet menjelaskan, The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021 mencatat peran Indonesia dalam tujuh sektor ekonomi syariah dunia sangat kuat. Misalnya pada sektor makanan halal, dari total USD 1,17 triliun yang dikeluarkan oleh 1,9 miliar penduduk muslim dunia, sebesar USD 144 miliar di antaranya berputar di Indonesia.

Dari USD 66 miliar ekonomi syariah pada sektor kosmetika halal, sebesar USD 4 miliar di antaranya berputar di Indonesia. Ditambah dari sekitar USD 2,88 triliun Industri Keuangan Syariah dunia, sebanyak USD 99,2 miliar di antaranya berputar di Industri keuangan syariah Indonesia.

Laporan : Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait