PWI Minta Polisi Bekerja Profesional Tangani Aduan Wartawan Yang Diduga Diintimidasi

  • Whatsapp

KENDARI, sultrademo.co – Wartawan sultrademo.co, Ilfa hari ini (2/11/2020) mendatangi Propam Polda Sultra untuk melaporkan dugaan tindakan intimidasi dari oknum aparat kepolisian yang dialaminya saat tengah meliput aksi demonstrasi menuntut penyelesaian kasus Randi-Yusuf di Mapolda Sultra pada 28 Oktober 2020 lalu.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara, Sarjono mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh oleh wartawan sultrademo.co tersebut. Karena semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum, dan setiap kerja jurnalistik itu wartawan dilindungi oleh konstitusi.

Bacaan Lainnya

“Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh konstitusi yaitu Undang-Undang nomor 40 tahun 1999. Dan kemerdekaan pers adalah wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum,” ujar Sarjono saat dihubungi via telepon selular, Senin (2/11/2020).

Sehingga sangat disayangkan masih adanya perlakuan tidak menyenangkan oknum aparat khususnya kepolisian terhadap kerja-kerja jurnalistik, seperti yang dialami oleh wartawan sultrademo.co dan wartawan mediakendari.com, yang dugaan kasus intimidasi tersebut telah dilaporkan ke Polda Sultra hari ini.

“Oleh karena itu pimpinan Polri dalam hal ini Kapolda Sultra untuk memantau, memastikan laporan itu ditangani secara profesional. Kita percaya Polri hari ini dapat bekerja secara profesional dengan banyaknya kasus-kasus yang berhasil diungkap, dan tidak ada lagi deretan tunggakan penanganan kasus-kasus pers yang belum terungkap,” tegas wartawan LKBN Antara ini.

Lebih lanjut, konstitusi Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 sudah cukup mengakomodir tugas-tugas profesi kewartawanan mendapat perlindungan hukum. Sekarang Polri bersama pers sedang membangun trust atau kepercayaan kepada publik bahwa di tangan institusi ini demokrasi dapat berjalan dengan baik.

Seperti diberitakan sebelumnya dugaan tindakan intimidasi yang dialami Ilfa, bersama dengan jurnalis mediakendari.com, Hardianto saat melakukan peliputan. Mereka didatangi oleh oknum polisi dan diminta ke ruang Provost. Mereka diminta menghapus file video liputan, namun ditolaknya, hingga akhirnya handphonenya diambil dan semua file video liputan aksi demonstrasi pada hari itu dihapus oleh oknum polisi tersebut.(aroel)

Pos terkait