Kendari Sultrademo.co – Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) tingkat Nasional hari ini (Kamis, 12/10/23) memasuki hari kedua. Setelah sebelumnya para peserta mengikuti apel kesiapsiagaan bencana yang merupakan puncak peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke-XI nasional di kawasan eks-MTQ Kendari. (Rabu, 11/10/23).
Selanjutnya sebagai tuan rumah, BNPB Provinsi Sultra melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Logistik dan Peralatan (Logpal) tahun 2023 di salah satu hotel di Kota Kendari
Rakor dibuka secara langsung oleh staf ahli gubernur bidang pemerintahan, La Ode Butolo dengan jumlah peserta rakor sekira 300 dari BNPB dan BPBD se-Indonesia.
Ketua Panitia rakor, Nadhirah Seha Nur S.P M,Si berharap dengan dilaksanakannya rakor Logpal 2023 ini, para peserta dapat memberikan kontribusi melalui sharing dalam rakor logpal yang akan berlangsung.
Menurut Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tujuan rakor ini agar ada pengaturan gerak langkah dalam melakukan penanganan bencana khususnya di bidang logistik baik di BNPB maupun BPBD.
“Kita melakukan sinkronisasi kebijakan yang dikeluarkan dari BNPB apakah sinkron dengan yang dilakukan dengan BPBD yang ada di kabupaten kota dan provinsi,” jelasnya.
Selain itu, melalui rakor ini pihaknya melakukan integrasi perencanaan dan rencana aksi bersama. Yakni bagaimana melakukan sinergi sumber daya baik yang ada di BNPB, BPBD, maupun stakeholder khususnya yang selama ini kita kenal dengan nama pentahelix.
“Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan sumber daya yang ada. Saya juga berharap dengan Logpal ini, kita melakukan pembagian peran antara pusat dan daerah, seperti apa yang harus kita lakukan dalam penanganan bencana,” imbuhnya.
Sementara itu, La Ode Butolo mengatakan, kesiapan dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana adalah hal yang sangat krusial. Olehnya itu, Pemerintah provinsi (Pemprov) mendukung upaya yang dilakukan oleh BPBD dalam melakukan koordinasi yang efektif dengan pemerintah daerah (Pemda).
“Kerja sama yang erat adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana yang kompleks,” ujarnya, Kamis, (12/10/23).
Menurutnya, semakin solid hubungan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat maka semakin efektif respon kita terhadap bencana.
Ia pun berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, semakin memperkuat sistem koordinasi, meningkatkan kesiapan logistik dalam penanggulangan bencana.
“Semoga menghasilkan solusi konkrit yang dapat diterapkan di lapangan sehingga kita dapat memberikan perlindungan dan melindungi masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di lapangan,” harapnya.
Ia juga memberi apresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga nantinya kegiatan ini menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Deputi bidang logistik dan peralatan BNPB, Dr. Lilik Kurniawan,S.T, M.Si mengatakan kegiatan ini adalah salah satu hal sangat penting dalam penanganan bencana. Dikatakannya, 73 persen penanganan bencana akan berhasil jika di dukung oleh logistik, peralatan dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai.
“Logistik dan peralatan adalah sesuatu yang penting saat ini. Sebab Logistik bukan sebagai respon tapi bagian dari kesiapsiagaan,” ujarnya.
“Sebagai suatu bangsa kita harus mulai memikirkan itu semua,” tambahnya.
Untuk diketahui, Rakor ini di hadiri oleh Ketua Komisi V111 DPRD RI, Deputi Logpal BNPB, Deputi Pencegahan BNPB, Bupati Konawe Utara, Kalaksa provinsi Sultra, Kalaksa Provinsi, Jawa Tengah, Kalaksa Provinsi Aceh, Kalaksa Kabupaten Garut serta BNPB se-Indonesia.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






