Konawe Utara, sultrademo.co– Nurkaya salah satu Warga asal kelurahan wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara mengeluhkan pelayanan administrasi puskesmas Wanggudu Raya dan BPJS Kesehatan Kabupaten Konawe Utara yang berbelit-belit.
Pasalnya, saat hendak mengurus rujukan untuk pengobatan, Ia seolah mendapat informasi dari kedua instansi tersebut tidak sinkron, sehingga pasien penerima kartu KIS itu harus membayar untuk mendapatkan pengobatan dari pihak Rumah Sakit.
Nurkaya adalah pasien penderita penyakit magh kronis yang sudah cukup lama, dimana seharusnya Ia mendapatkan pengobatan gratis, malah mengalami kesulitan dalam pengurusan administrasi. Buntutnya pasien harus membeli obat seharga 500 ribu rupiah.
Nurkaya menceritakan jika hal seperti itu sudah sering dialaminya yakni saat dirinya melakukan koordinasi ke pihak BPJS Kesehatan kabupaten Konawe Utara, namun pihak BPJS tidak memberikan respon atas keluhan konsultasinya.
“Kemarin saat saya minta rujukan di puskesmas Wanggudu raya, saya sempat diberikan rujukan itu dari petugasnya disana, bahkan ketika saya mau mendaftar online pihak puskesmas menahan saya katanya tidak perlu lagi karena sudah di informasikan dari pihak BPJS dengan alasan saya ini pasien lama,” kata Nurkaya
“Namun ketika saya ke RS Jiwa, rujukan saya tersebut ditolak dan disuruh untuk mendaftar online, nah saya kan jadi bingung, saya langsung menelfon ke pihak puskesmas Wanggudu Raya, tetapi responnya malah saya diarahkan untuk komunikasi ke pihak BPJS Kesehatan, akhirnya saya mencoba untuk menghubungi pihak BPJS Kesehatan, tapi hasilnya tidak ada respon, Whatsapp saya juga tidak dibalas,” Beber Nurkaya kepada Jurnalis sultrademo.co. Selasa, (05/04/2022)
Lanjut Nurkaya, bahkan pihak RS Jiwa juga ikut menghubungi BPJS Kesehatan tetapi hasilnya sama tidak ada respon.
“Akhirnya usai saya berobat, saya mencoba kembali berkonsultasi dengan pihak puskesmas agar rujukan saya di daftarkan online seperti yang diperintahkan BPJS sebelumnya, tetapi masih ada lagi kendala yakni sambungan jaringan,” tutupnya.
Laporan: Supriyadin Tungga






