RAHA, sultrademo.co – Demi mencegah terjadinya politik uang (money politic) pada Pilkada Muna 2020, Satgas anti money politic pasangan calon Bupati Rajiun – La Pili (RaPi) mulai siaga 24 jam.
“Satgas anti money politik Rapi mulai memantau situasi lapangan, oknum yang di curigai eksekutor mulai di pantau 24 jam, kami sudah dapat data-datanya dan sekarang dalam pemantauan khusus” terang Muharam, Ketua Satgas RaPi (Rabu, 4/11/2020).
Muharam menerangkan potensi money politic di Pilkada Muna masih tinggi sehingga pihaknya terus memantau dan mendeteksi potensi-potensi terjadinya kasus money politic. Ia bahkan mengklaim pihaknya sudah menemukan indikasinya.
“Kami suda deteksi aliran duit termasuk rumah tempat menyimpan uang untuk disalurkan” ungkap Muharam.
Ia menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan perangkat dan perangkap khusus untuk menangkap oknum-oknum yang akan membagikan uang saat momen pilkada kali ini.
“Cara ampuh untuk mendapatkan suara dengan membeli agar bisa memenangkan hasil pertarungan, tapi gerakan mereka kami sudah “kunci” sehingga akan susah bergerak dilapangan” Jelasnya.
Satgas anti money politik RaPi bekerja berbasis TPS, ruang lingkupnya dipersempit. “Sehingga bisa mendeteksi mereka (pelaku money politic) dengan mudah, dan jebakan-jebakan untuk menangkap kami suda sebar” tambahnya.
Muharam mengungkapkan salah satu modus yang kemungkinan digunakan oleh pelaku politik uang yakni dengan mengambil C6 (undangan pemilih). “Lalu mereka akan banderol 1 juta rupiah. Tapi ada cara lain yang akan mereka gunakan juga tapi tidak boleh kami bebeberkan” pungkasnya.






