Muna Barat, Sultrademo.co – La Ode Darwin, Bupati Kabupaten Muna Barat, dikenal sebagai salah satu tokoh muda Sulawesi Tenggara yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia politik. Berangkat dari latar belakang pengusaha, ia kini tampil sebagai pemimpin daerah dengan visi besar membangun Muna Barat melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Sosoknya dianggap representasi generasi muda yang berani mengambil peran, mengedepankan pengabdian, serta membawa harapan baru bagi masyarakat di tengah dinamika politik daerah yang kerap keras dan penuh tantangan.
Berikut wawancara bersama Sultrademo.co. Kala ditanya berbagai hal termasuk soal mengapa ia merambah kedunia politik yang abu-abu dan penuh dinamika lalu sedikit berpaling dari dunia usaha yang menurutnya serba “hitam putih”.
“Kalau dunia bisnis itu jelas hitungannya, ada untung baru bisa berbagi. Tapi di politik, khususnya sebagai bupati, kita punya peluang untuk membantu banyak orang dengan mengerahkan anggaran daerah. Itu sebabnya saya memilih politik, karena ini waktunya mengabdi,” ujarnya.
Dari Pengusaha ke Bupati
La Ode Darwin mengaku perjalanan politiknya mengalir begitu saja. Ia tak pernah merencanakan secara khusus menjadi bupati, namun momentum dan kesiapan diri membuatnya maju dalam kontestasi. “Saya merasa sudah saatnya terjun ke masyarakat. Jadi bupati itu bukan soal mengejar kepentingan pribadi, tapi bagaimana membuat kebijakan yang benar-benar pro rakyat,” tegasnya.
Sejak enam bulan menjabat, Darwin fokus pada sektor unggulan Muna Barat: pertanian, peternakan, dan perikanan. Program-program seperti Petani Keren dan Nelayan Keren ia luncurkan untuk mendukung para petani, peternak, dan nelayan dengan bantuan bibit padi, jagung, sapi, hingga ayam petelur.
“Mayoritas masyarakat kita adalah petani, peternak, dan nelayan. Potensinya besar, tapi selama ini tidak dikelola maksimal. Saya ingin lima tahun ke depan mereka bisa berdaya, punya penghasilan layak, bahkan tabungan masa depan,” jelas Darwin.
Infrastruktur, Industri, dan Harapan Baru
Selain sektor pangan, Darwin menekankan pentingnya infrastruktur. Ia menyebut sejumlah proyek yang sedang diperjuangkan, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan irigasi sekitar, infrastruktur kesehatan, hingga penyediaan listrik di desa-desa yang kepulauan yang ditarget rampung 2027.
Bandara di Muna Barat juga menjadi perhatiannya. Setelah sempat beroperasi sebentar, kini pemerintah daerah tengah bernegosiasi dengan maskapai agar penerbangan kembali berjalan dengan harga tiket terjangkau. “Kita sudah tawarkan subsidi di tahap awal untuk memancing penumpang. Harapannya, akses transportasi udara bisa benar-benar membuka isolasi wilayah kita,” kata Darwin.
Soal industri, ia mendorong hadirnya pabrik pengolahan hasil pertanian dan perikanan agar Muna Barat tidak hanya menjual bahan mentah. Ia juga menargetkan pembangunan pelabuhan kontainer agar daerah ini bisa langsung mengekspor hasil laut dan pertanian.
Polemik HGU dan Investasi
Menanggapi isu penolakan terhadap dua Hak Guna Usaha (HGU) – tebu dan jati – Darwin menegaskan dirinya tidak menolak, namun juga tidak menerima tanpa persetujuan rakyat. “Kalau masyarakat menolak, saya tidak mungkin mendukung. Sebaliknya kalau mereka menerima, saya juga ikut menerima. Intinya perusahaan harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa investasi memang penting untuk membuka lapangan kerja dan mendongkrak PAD, namun keberadaannya tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat lokal.
Visi 2045 dan Politik Golkar
La Ode Darwin punya mimpi besar: di tahun 2045, Muna Barat sudah menjadi daerah maju dengan masyarakat sejahtera, insfrastruktur yang memadai dan nyaman, serta masyarakat yang punya daya saing. Meski tidak punya tambang, ia yakin dengan pengelolaan sumber daya pertanian, peternakan, dan laut yang berkelanjutan, Muna Barat bisa melampaui daerah lain.
Soal politik, nama Darwin belakangan disebut-sebut dalam bursa suksesi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara. Ia merespons santai. “Saya tidak memaksakan diri, tapi kalau diminta dan didukung DPD II serta ditunjuk DPP, tentu saya siap mengemban amanah. Tujuan saya jelas: membesarkan Golkar,” ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Sebagai salah satu bupati termuda di Sulawesi Tenggara, Darwin berpesan kepada generasi muda agar tidak takut masuk politik. “Jangan pesimis. Optimisme itu kuncinya. Tapi ingat, optimisme harus dibarengi usaha dan kesiapan, baik secara mental maupun materi. Politik memang butuh modal, tapi yang paling penting adalah penerimaan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya investasi sosial, yakni hadir dan membantu masyarakat sejak awal. Menurutnya, itulah modal terbesar seorang pemimpin untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.
Menjalankan Pemerintahan dengan Tenang
Atmosfir politik Muna dan Muna Barat dikenal keras dan cepat panas. Namun Darwin mengaku punya cara sederhana untuk meredamnya: memperbanyak teman, merangkul semua kalangan, dan mengendalikan emosi. “Kalau pemimpin tidak bisa mengendalikan emosinya, ia belum bisa disebut pemimpin. Saya selalu berusaha merespons setiap persoalan dengan tenang dan bijak,” pungkasnya.











