Konawe, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus menempuh berbagai langkah strategis sebagai upaya mitigasi atau penanganan lonjakan kasus stunting tahun 2023.
Sekretaris Daerah ( Sekda) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ferdinand Sapan mengatakan, langkah strategis mitigasi kasus stunting dimulai dengan deteksi dini.
Menurut Ferdinand, terdapat dua skema pengukuran stunting yakni satu pengukuran yang melibatkan tim independen dan pengukuran yang melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
“Bukan masalah meningkat. Tapi bagaimana langkah apa yang akan kita lakukan dalam mengatasi masalah stunting,” ujarnya kepada awak media di Konawe, Rabu (8/3/2023).
Lanjut ketua Tim Pelaksana Percepatan Pencegahan Stunting ( TPPS) Kabupaten Konawe tersebut, semua program terkoneksi dengan langkah mitigasi stunting baik sektor pertanian, kesehatan, BKKBN, hingga lintas instansi lainnya.
“Harus vertikal kalau stunting itu jangan lihat di muaranya. Tapi lihat dihulunya juga stunting itu kan bisa jadi terjadi karena perilaku, lingkungan bisa terjadi karena memang ada penyakit bisa jadi memang karena kekurangan gizi,” terangnya.
Namun demikian, kata Ferdinand, ia tak yakin jika kekurangan nutrisi menjadi penyebab satu-satunya peningkatan kasus stunting di Konawe. Sebab kata Ferdinand, Konawe memiliki komoditas pertanian yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakatnya.
Minimnya penerapan pola hidup sehat, orang tua mengonsumsi alkohol, merokok selama periode kehamilan, dan banyak mengonsumsi makanan cepat saji juga menjadi pemicu kasus gangguan pertumbuhan anak selama 1000 hari pertama kehidupannya (1000 HPK).
Penulis : jumardin
 






