Startupisme Untuk Transformasi HMI: A. Ikram Rifqi Ingin Membawa Semangat Kewirausahaan ke Organisasi Mahasiswa

Jakarta, Sultrademo.co – Sebagai founder beberapa startup sukses, A. Ikram Rifqi ingin menciptakan gebrakan baru dalam kepemimpinan mahasiswa. Pencalonannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) merupakan langkah berani untuk membawa perubahan positif dalam organisasi mahasiswa, komitmen itu berangkat dari pengalamannya di dunia startup. “Saya yakin pengalaman ini bisa membawa angin segar dalam kepemimpinan HMI,” kata Ikram, Kamis (16/11/2023)

Ikram mengklaim pernah mendirikan ‘Jago Preventif’ pada tahun 2017 silam, sebuah startup di bidang edukasi kesehatan yang telah memberikan dampak perubahan dalam penyampaian informasi kesehatan di Indonesia. Jago Preventif merupakan terobosan kolaboratif antara pendidikan, teknologi, dan isu kesehatan masyarakat. “Jago Preventif ini lahir dari kepedulian kami terhadap akses informasi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyebutkan bahwa banyak relawan Jago Preventif yang tersebar Indonesia aktif merespons isu kesehatan mendesak, termasuk pandemi COVID-19. Kolaborasi dengan pemerintah membuahkan penghargaan TOP 21 Inovasi Pelayanan Publik 2020 Kemenpan-RB, membuktikan bahwa startup bisa memberi dampak sosial. “Penghargaan ini membuktikan bahwa startup bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata dia bangga.

Selain startup yang membidangi kesehatan, Mantan Ketua Umum HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) ini juga mendirikan startup Vestanesia, dimana pelayanannya berfokus pada bidang pertania yang berupaya memberdayakan petani melalui teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan. Katanya, Vestanesia mencerminkan komitmennya pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan. “Pemberdayaan petani adalah kunci pembangunan ekonomi yang inklusif,” tegas Ikram.

Ikram menegaskan bahwa startup yang didirikannya bukan sekadar proyek di atas kertas, tapi implementasi gagasan inovatif yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. “Ini membuktikan kemampuan seseorang menggabungkan ide dan aksi nyata. Kami senantiasa berupaya mewujudkan ide brilian menjadi aksi nyata demi kemaslahatan banyak orang,” ungkapnya.

Sebagai pemimpin di Badko HMI Sulselbar, Ikram berupaya membangun ekosistem digital dan mengatasi kesenjangan teknologi antarkader. Pendekatan partisipatif dilakukan untuk mendorong keterlibatan aktif kader dalam berkolaborasi untuk kemajuan iptek di Indonesia. “Partisipasi aktif kader adalah kunci kemajuan organisasi,” ucapnya.

Kini A. Ikram Rifqi memberanikan diri maju sebagai kandidat Ketua Umum PB HMI dengan visi “HMI Action Onward: Transformasi Menuju Political Engagement” untuk membawa HMI lebih tinggi dan relevan dengan zaman. “Saya yakin dengan visi dan misi ini HMI bisa naik kelas,” katanya optimis.

Pengalamannya di dunia startup ingin dia terapkan untuk manajemen organisasi HMI yang lebih efektif dan efisien jika terpilih nanti. “Ini penting demi pencapaian tujuan organisasi. Efisiensi manajemen kunci keberhasilan sebuah organisasi,” sentilnya.

Salah satu program prioritas yang ditawarkan kata Ikram, ialah membangun ekosistem kewirausahaan agar mahasiswa memiliki kemampuan berwirausaha tinggi. Ini melatih keterampilan mahasiswa di luar akademis.

“Jiwa entrepreneur harus ditumbuhkan sejak dini. Saya juga mengajak seluruh kader HMI berpartisipasi aktif mewujudkan visi transformasi ini. Dengan potensi mahasiswa HMI dari berbagai daerah, saya yakin visi ini dapat tercapai. “Mari bersama kita wujudkan visi besar ini,” seru Ikram.

Menurut Ikram, pencalonannya sebagai Kandidat Ketua Umum PB HMI adalah upaya menyinergikan keberhasilan yang dibangun di dunia startup dengan kebutuhan dan aspirasi mahasiswa khususnya HMI. “Saya ingin membawa semangat dan kreativitas kewirausahaan ke dalam kepemimpinan mahasiswa. Startup dan organisasi mahasiswa bisa saling melengkapi,” tutur dia.

Adapun salah satu fokusnya, lanjut Ikram, adalah manajemen organisasi yang efektif dan efisien. Dengan pengalaman di startup, dirinya paham pentingnya tata kelola yang baik agar tujuan organisasi tercapai.

“Good governance is key. Saya juga berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan agar mahasiswa memiliki kemampuan berwirausaha tinggi dan siap menghadapi tantangan nyata, sebab kewirausahaan adalah kunci menghadapi persaingan global,” cetusnya.

Akhirnya, Ikram mengajak seluruh elemen HMI berpartisipasi mewujudkan perubahan yang dia canangkan, “Dengan potensi HMI yang besar, saya yakin visi ini pasti tercapai. Mari bersama raih masa depan gemilang,” timpalnya mengakhiri.

Reporter: Pitra

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait