Tenaga Medis Dikabarkan Mogok Kerja, ini Penjelasan Direktur RS Bahteramas

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Plt Direktur RS. Bahteramas dr. Sjarief Subijakto menampik adanya Isu yang beredar bahwa tenaga medis mogok kerja serta aktifitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bahtermas Sulawesi Tenggara (Sultra) lumpuh.

Sjarief Subijakto membantah dan mengatakan tidak betul adanya tenaga medis yang mogok. Yang benar lanjut dia adalah pihaknya menata pola pelayanan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami menyediakan dua ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yakni IGD Covid-19 dan IGD non-Covid-19, terkait kekurangan APD, hal tersebut merupakan isu nasional, dimana hampir semua RS kekurangan APD,”ujar dr. Sjarif melalui pesan suara Celuller Sabtu (21/3).

dr. Sjarif menyampaikan bahwa saat ini pihaknya memiliki tujuh box bantuan masker N95 dari Dinkes, juga sudah beli 600 APD berupa masker N95.

“Jadi kelangkaan itu hal yg sudah umum dimana-mana. Kita punya uang untuk beli tapi barang yang tidak ada,” ujarnya.

“APD kurang itu nasional. Dimana-mana kurang apalagi di Sultra. Kurang masker. Tapi sampai hari ini kita kontak semua dan beli kesana kemari. Setiap hari kita hunting atau cari APD,” tambahnya.

dr. Sjarif kembali menegaskan bahwa istilah mogok tidak ada. Karena petugas tetap bertugas, pelayanan RS tetap berjalan, isolasi dengan APD standart. Tenaga medis disebar, ada petugas yang masuk IGD Covid-19 dan ada yang masuk IGD non-Covid-19.

“Kami juga telah melakukan sterilisasi diruangan IGD dengan menyemprotkan disenfektan. Kami bekerjasama dengan KKP. Tentunya saat sterilisasi kita tidak terima pasien dulu. Akhir Magrib kita kembali buka untuk terima pasien,” pungkasnya

Lapiran : Ilfa
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait