BOGOR, Sultrademo.co – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat mendorong penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Kakanwil Kementerian HAM Hasbullah Fudail beserta jajarannya, Jumat (7/8/26) hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan
aspirasi dan melihat kondisi di lapangan.
<span;>Dalam pertemuan tersebut, sejumlah ibu dan anak menyampaikan pengalaman, kekhawatiran, serta kondisi
<span;>psikologis mereka setelah adanya peristiwa yang berkembang di wilayah tersebut.
Warga berharap agar situasi dapat segera kondusif.
<span;>
<span;>
<span;>Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menyampaikan bahwa kehadiran Kanwil merupakan bagian dari upaya pemantauan dan
<span;>
tindak lanjut atas persoalan yang berkembang, khususnya untuk memastikan aspek
penghormatan dan pelindungan HAM tetap menjadi perhatian dalam proses
penyelesaian.
Selain berdialog dengan masyarakat, Kanwil Kementerian HAM Jabar juga meninjau
langsung lokasi pertanian warga yang menurut keterangan masyarakat mengalami
kerusakan akibat aktivitas alat berat berupa ekskavator. Kanwil turut mendengarkan
keterangan warga terkait keberadaan sejumlah orang yang oleh masyarakat setempat
disebut sebagai pihak yang melakukan tindakan intimidatif dan dianggap sebagai
<span;>“preman”.
<span;>
<span;>Hasbullah menegaskan, berbagai keterangan yang disampaikan masyarakat
<span;>perlu dilihat secara objektif dan diklarifikasi bersama para pihak terkait. Kanwil tidak
<span;>berada pada posisi untuk menentukan pihak yang benar atau salah dalam persoalan
<span;>tersebut, melainkan mendorong agar seluruh informasi dapat ditindaklanjuti melalui
<span;>mekanisme yang tepat dan sesuai ketentuan hukum.
<span;>“Kami hadir untuk mendengarkan langsung apa yang dirasakan masyarakat. Ada ibuibu dan anak-anak yang menyampaikan kekhawatiran serta pengalaman mereka. Ini
<span;>menjadi perhatian kita bersama. Namun, penyelesaian harus tetap dilakukan secara
<span;>objektif, dengan mendengarkan semua pihak dan mengedepankan dialog,” ujar
<span;>Hasbullah.
<span;>Kanwil Kementerian HAM Jabar mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk
<span;>memfasilitasi komunikasi antara para pihak guna mencari titik temu dan penyelesaian
<span;>yang berkeadilan. Seluruh pihak juga diharapkan menahan diri dan menghindari
<span;>tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, termasuk segala bentuk intimidasi,
<span;>kekerasan, maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik baru.
<span;>“Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan cara yang bermartabat. Hak masyarakat
<span;>harus diperhatikan, tetapi prosesnya juga harus tetap objektif dan berdasarkan hukum.
<span;>Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi ruang dialog agar para pihak dapat
<span;>duduk bersama dan mencari solusi,” tambahnya.
<span;>Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat selanjutnya akan terus melakukan koordinasi
<span;>dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan pemangku kepentingan terkait untuk
<span;>mendorong penyelesaian konflik Sukajaya yang kondusif, damai, berkeadilan, serta
<span;>tetap berperspektif HAM. *






