Tingkatkan Kualitas Keluarga Secara Terencana, Pemkot Kendari Gelar Gerakan Keluarga Sakinah

Ketgam : Asisten Setda Kemdari membuka gerakan keluarga sakinah

Kendari, Sultrademo.co – Mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Kendari, Jahudding membuka kegiatan Gerakan Keluarga Sakinah (GKS).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Teporombua Balai Kota Kendari, Kamis (30/11/2023) dan dihadiri Kepala OPD lingkup Pemkot Kendari, camat dan lurah serta ASN Pemkot Kendari.

Bacaan Lainnya

Gerakan Keluarga Sakinah ini mengusung tema, Bersama Cegah Stunting Menuju Keluarga Bahagia, Sehat dan Sejahtera.

Asisten II menyebut, gerakan keluarga sakinah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga secara terencana, sistematis, komprehensif dan berkelanjutan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, diharapkan agar setiap keluarga yang ada di Indonesia menjadi keluarga yang berkualitas.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disadalduk dan KB) mengatakan, berdasarkan Undang-Undang ini dengan dasar perkawinan yang sah memiliki beberapa ciri yaitu sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan verbal bertanggung jawab serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui Asisten II, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, mengapresiasi kepada ASN yang secara aktif mengikuti kegiatan Gerakan Keluarga Sakinah. Gerakan Keluarga Sakinah ini juga dihadirkan sebagai wadah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan antar pengurus sekaligus menjadi sarana silaturahmi.

“Kegiatan seperti ini perlu didapatkan oleh setiap ASN di Kota Kendari, sehingga ASN di Kota Kendari hidup harmonis dan membawa dampak sosial di lingkungannya,” ungkapnya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait