TPID Kendari High Level Meeting Bersama BI Sultra Untuk Dapatkan Strategi Konkret Tekan Laju Inflasi

Kendari, Sultrademo.co – Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari, melalukan High Level Meeting bersama Bank Indonesia perwakilan Sultra dan sejumlah stakeholder.

Mengawali kegiatan, Pj Wali Kota, Asmawa Tosepu mengutarakan tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengetahui apakah strategi Pemerintah Kota Kendari sudah sesuai dengan koridor yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

” Tujuannya agar kita bisa tau, apakah strategi kita saat ini, sudah sesuai dengan rell atau koridor yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ungkap Asmawa Tosepu saat membuka pertemuan di ruang rapat wali kota, gedung Balai Kota Kendari, Kamis (24/08/2023).

Dikatakannya, Pemkot sudah memaksimalkan upaya-upaya untuk menekan laju inflasi baik dari Month to Month (MoM) hingga Year on Year (YoY) dan menghasilkan penurunan yang signifikan.

“Pada bulan Juni angka inflasi Month to Month sebesar 0,36% menjadi 0,23%, ” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan BI Sultra Andika menjelaskan, andil penyumbang inflasi di Kota Kendari 2020-2022 yang utama adalah tiket pesawat dari sektor angkutan. Disusul komoditas ikan-ikanan, bawang merah, minyak goreng dan cabai rawit dari sektor bahan pangan.

“Memang kalau kita melihat data, terhitung 2020-2022 rata-rata andil inflasi Kota Kendari ini ada di tiket pesawat ya, disusul ikan-ikanan, bawang merah, minyak goreng dan cabai rawit dari sektor bahan pangan,” pungkaanya.

Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama sejumlah Kepala OPD terkait, Lingkup Kota Kendari sehingga output dari High Level Meeting ini nantinya menghasilkan strategi yang konkret demi menekan laju inflasi di Kota Kendari.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait