Wabup, Akademisi dan Jurnalis Jadi Panelis Sosialisasi Cakada di PKB Sultra

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara ( Sultra) menggelar sosialisasi pemaparan visi misi calon kepala daerah yang maju di pemilihan langsung 2020, Sabtu 21 Desember 2019 di Plaza Inn Hotel Kendari.

Dari tujuh daerah yang menggelar pilkada 2020 di Sultra, PKB hanya bisa mengusung calon di lima daerah. Yakni, Muna, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan dan Buton Utara. Sedangkan Kolaka Timur dan Wakatobi, PKB tidak memiliki kursi di DPRD setempat.

Bacaan Lainnya

Pengurus DPW PKB Sultra Jaelani mengatakan, sosialisasi dan pemaparan visi misi menghadirkan panelis yang memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing.

“Jadi, panelisnya ini memiliki beragam latar belakang. Ada Wakil Bupati Kolaka Utara yang juga kader PKB, akademisi, jurnalis, pegiat desa dan anggota DPRD Sultra dari kader kita di PKB,” jelasnya

Jaelani mengatakan Sesi pertama adalah Calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan Amrullah dan Andi Muhammad Lutfi.

“Keduanya akan dipandu oleh lima panelis yakni, Dr Eng Jamhir Safani (akademisi), Sarjono (Ketua PWI Sultra), Al Rasid Tamil, S.TP (pegiat desa), H Abbas SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan Muh. Irfani Thalib (Aleg PKB Provinsi Sultra)”,

Kata Ia Pada sesi dua giliran Kabupaten Konawe Utara. Ada tiga calon yang mendaftar yakni, Raup, Sudiro dan Kahar.

“Ketiganya akan dipanel oleh Dr Eng Jamhir Safani (Akademisi), Sarjono (Ketua PWI Sultra), La Ira (Pegiat Desa), H. Abbas, SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan Muh Irfani Thalib (Aleg PKB Provinsi Sultra),”terangnya

Pada sesi ketiga giliran bakal calon kepala/wakil kepala daerah Kabupaten Buton Utara.

Yakni, Muhammad Aswadi Adam, H Muhammad, SH, MH, Drs. Fahrul Muhammad, M.Si, Drs. Norbertus Simon, SH, MM, AK, Zaetu Ampo, SH, Kuslan, SE dan Drs. H. Abu Hasan, M.Si.

Sebagai panelis, Prof Dr Ir H Andi Bahrun, M.Agric (Akademisi), Muh Djufri Rachim (Komisaris Utama Media Sultra Kini), La Ode Syahruddin Kaeba (Pegiat Desa), H. Abbas, SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan Ali Mardan, S.Sos (Aleg PKB Provinsi Sultra).

Selanjutnya pada sesi ke empat, bakal calon kepala daerah Kabupaten Konawe Selatan yakni, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si, H Wahyu Ade Pratama Imran dan SH, H. Surunuddin Dangga ST, MM.

Ketiganya akan dipanel oleh Dr. Eng. Jamhir Safani (Akademisi), La Ode Diada Nebansi (Media / Kendari Pos), Salim Umy (Pegiat Desa), H. Abbas, SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan H. Muh. Irfani Thalib, MM (Aleg PKB Provinsi Sultra).

Terakhir adalah Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten Muna. Yakni, Drs. Syarifuddin, MM, La Ode Rajiun Tumada, LM. Rusman Emba, ST dan dr. H. LM. Baharuddin, M.Kes.

Keempatnya akan dipanel oleh Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Agric (Akademisi), Irwan Zainuddin (Direktur Kendari Pos), La Ode Syahruddin Kaeba (Pegiat Desa), H. Abbas, SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan La Ode Muhamad Marshudi, ST (Aleg PKB Provinsi Sultra).

Jaelani menyebut, sosialisasi pemaparan visi misi kandidat dibuat lebih elegan untuk mendalami seperti apa komitmen dan pengetahuan cakada dalam membangun daerahnya jika terpilih nanti.

“Kita ingin kepala daerah yang mendaftar ini memiliki pandangan yang sama soal visi PKB, rahmatan lil alamin,” bebernya.

Selain itu, cakada diberikan masukan atau pandangan baru dari panelis mengenai berbagai hal yang harus didorong dalam pembangunan daerah nanti.

“Setiap daerah itu punya masalah berbeda-beda dan bisa juga sama. Nanti akan ada akademisi juga melihat masalah di setiap daerah itu. Panelis yang akan memandu ini punya masukan-masukan yang kiranya bisa melengkapi visi misi kandidat,” ungkapnya

Ia melanjutkan, sosialisasi pemaparan visi misi ini adalah bagian dari tahapan yang dilewati oleh setiap cakada yang mendaftar di PKB sebelum diusung nantinya.

“Tentunya, hasil dari sosialisasi dan pemaparan visi misi ini akan diserahkan ke DPP PKB sebagai bahan masukan sebelum menjalani tahapan fit and proper test di DPP PKB sekaligus untuk menentukan siapa yang akan diusung nanti.

Sebelumnya, pintu partai besutan Muhaimin Iskandar itu paling banyak dilirik calon yang maju di Muna dan Buton Utara.

Di Muna ada empat calon bupati yang memperebutkan empat kursi PKB di DPRD Kabupaten Muna, yakni, LM Rajiun Tumada, LM Rusman Emba, LM Baharuddin dan Syarifuddin Udu.

Sedangkan di Buton Utara, ada empat calon bupati dan tiga calon wakil bupati yang melamar tiga kursi PKB. Untuk calon bupati, yakni, Muhamad Aswadi Adam, H Muhammad SH MH, Fahrul Muhaka dan Abu Hasan.

Sedangkan calon wakil bupati adalah Drs Nurbertus, Zaetu Ampo SH dan Kuslan SE.

Selain di dua kabupaten itu, daya tarik PKB juga menjadi lirikan calon di Kabupaten Konawe Selatan. Meski hanya dua kursi, tiga calon kuat mendaftar di PKB. Yakni, Surunuddin Dangga, Wahyu Ade Pratama Imran dan Irham Kalenggo.

Di Konawe Utara juga tak kalah menariknya dua kursi PKB. Wakil Bupati Konawe Utara Raup bersaing dengan Sudiro yang juga anggota DPRD setempat berebut pintu PKB.

Selain calon bupati, ada juga calon wakil bupati yang mendaftar, yakni, Kahar.

Sementara di Kabupaten Konawe Kepulauan, masih minim calon yang mendaftar. Dari sekian tokoh politik di Pulau Wawonii itu, hanya incumbent, Amrullah yang mendaftar di PKB.

“Di Konawe Kepulauan kita punya tiga kursi dan mendapatkan kursi pimpinan DPRD,” kata pria yang akrab disapa Bang Jay ini.

Khusus dua kabupaten yang tidak memiliki kursi, Wakatobi dan Kolaka Timur, PKB memastikan tetap akan mendukung calon tertentu.

“Secara infrastruktur partai kita punya di dua daerah itu meskipun tak memiliki kursi di DPRD. Namun, calon yang kita dukung nanti memiliki visi yang sama dengan kita memperjuangkan kepentingan masyarakat dan membumikan visi politik PKB rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Terhadap calon yang sudah mendaftar ini, lanjut Jaelani, semua memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pintu PKB sebagai kendaraan politik maju Pilkada 2020.

Namun, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon agar bisa diusung oleh PKB.

Beberapa kriteria dimaksud Jaelani adalah tingkat dukungan calon yang dibuktikan dengan hasil lembaga survei. Kemudian, kepastian dukungan partai lain sebagai bagian dari koalisi pengusung pasangan calon.

“Karena, di lima daerah itu kita butuh koalisi dengan partai lain untuk mencukupi syarat dukungan terhadap calon yang diusung,” urainya. (Ilfa)

Pos terkait