Baubau, Sultrademo.co – Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana transfer serta mengembangkan sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung kemandirian fiskal.
Hal ini disampaikan dalam Forum Sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Baubau yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Kamis (22/5/2025).
Forum ini menjadi wadah dialog untuk memperkuat koordinasi dalam mengelola Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Insentif Daerah (DID) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan.
Yusran Fahim mengakui, meski dana transfer menjadi tulang punggung pembangunan, Kota Baubau masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan fiskal, ketergantungan terhadap pusat, serta tuntutan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi dana transfer, tetapi juga berkomitmen menggali sumber pembiayaan inovatif. Kerja sama dengan swasta melalui skema KPBU, penguatan BUMD, serta peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah yang efektif menjadi solusi jangka panjang,” tegas Yusran.
Ia menambahkan, upaya ini harus didukung dengan penguatan kapasitas perencanaan, penganggaran, dan pengawasan agar setiap anggaran benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
Wali Kota juga mengajak partisipasi aktif daerah sekitar Baubau untuk membangun sinergi lintas wilayah.
“Pembangunan berkelanjutan harus inklusif. Melalui filosofi kerja bersama, kami ingin memastikan tidak ada daerah yang tertinggal,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Yusran Fahim menyoroti perlunya dukungan teknis dan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Sinergi ini adalah kunci mewujudkan pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan. Kami siap meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja fiskal daerah demi hasil yang terukur,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Baubau berharap dapat mengurangi ketergantungan pada dana pusat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan pertumbuhan ekonomi berbasis kemandirian daerah.
Laporan : Uci Lestari
Editor : UL









