Wali Kota Kendari Buka Rakor Pangan: Pastikan Stok Aman, Harga Stabil Jelang Akhir Tahun

Ketgam : Wali Kota membuka rakor bersama lintas sektor terkait ketersediaan pangan dan stabilitas harga

Kendari, Sultrademo.co — Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan strategis di Kota Kendari, Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Strategis Tahun 2025 yang dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bulog, Kejaksaan Negeri Kendari, Polres Kendari, pengurus pasar, pelaku usaha, hingga distributor pangan, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, dalam laporannya menegaskan bahwa ketersediaan dan ketahanan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan daerah.

“Rapat koordinasi ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha, khususnya distributor, dalam menjaga ketersediaan pangan strategis dan memastikan stabilitas harga di Kota Kendari,” ujar Abdul Rauf.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi dan langkah antar sektor dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, serta mendorong peran aktif distributor dan lembaga keuangan dalam menjaga keseimbangan pasar. Sebanyak 28 peserta hadir dalam rapat tersebut dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Kejaksaan Negeri Kendari, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Polres Kendari, serta Bulog Divre Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya. Ia menyebut, tingkat inflasi Kota Kendari saat ini berada pada angka 2,99% year on year, termasuk yang terendah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kita patut bersyukur inflasi di Kota Kendari cukup stabil. Angka ini dinilai normatif dan sesuai dengan target nasional. Namun, kita juga perlu waspada agar tidak turun terlalu rendah karena bisa memicu deflasi yang berisiko bagi daya beli masyarakat,” jelasnya.

Siska juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari terus melakukan berbagai intervensi untuk menjaga inflasi dan memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui program Urban Farming (kebun perkotaan) yang akan mulai digalakkan tahun depan.

“Kendari punya potensi besar di bidang pertanian dan perikanan. Kita ingin dorong agar masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Dorong Kemandirian Pangan Daerah

Wali Kota juga mencontohkan sejumlah komoditas seperti telur dan beras yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar daerah, seperti Sidrap. Ia berharap melalui sinergi dan kolaborasi antarpihak, Kota Kendari mampu meningkatkan produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita punya lahan luas, seperti di kawasan Abeli dan Puuwatu. Tahun ini saja kita sudah panen padi di lahan lebih dari 600 hektar, dan tahun depan ditargetkan bisa panen tiga kali setahun,” katanya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Kendari berharap dapat menciptakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga pangan.

“Stabilisasi pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua — mulai dari produsen, distributor, pedagang, hingga konsumen,” tutup Wali Kota.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait