Kendari, Sultrademo.co – Wakil Menteri Agama Siful Rahmat Basuki secara resmi membuka Kompetisi Sains Madrasa (KSM) ke XII yang berlangsung di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Minggu (3/9/2023) malam.
Dalam sambutannya, ia menegaskan kapada para peserta KSM yang berasal dari seluruh provinsi se Indonesia bahwa setiap proses yang diperjuangkan tidak akan pernah menghianati hasilnya.
“Siapa yang berproses dengan baik, gigi, serius dan bersungguh-sungguh kemungkinan besar akan menjadi juara,” kata Saiful dalam sambutannya di Balai Kota Kendari, Minggu (3/9/2023).
Kendatipun tidak menjadi juara, kata Saiful, sebagai insan madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia harus meyakini bahwa itulah takdir dari Tuhan dan bisa jadi itulah yang terbaik menurut-Nya.
Karena itu para peserta harus tetap semangat. Jangan kendor apalagi patah hati. Terus belajar menjadi yang lebih baik lagi.
Pada kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa KSM atau kompetisi apapun namanya itu hanyalah alat dan sarana untuk memfasilitasi, menemukan dan membina serta mengembangkan bakat minat dan prestasi.
Bukan merupakan tujuan. Sedangkan tujuan utamanya, lanjut Saiful bagaimana prestasi yang dicapai benar-benar memberi manfaat kepada orang lain. Dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan Bangsa, Negara dan Agama.
“Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi kemanusiaan lainnya,” imbuhnya.
Dan untuk menjadi yang terbaik seperti itu haruslah berproses. Tidak bisa dengan ujug-ujug atau dengan tiba-tiba. Nikmati proses tersebut sebagai kebutuhan diri untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri demi menyambut tantangan zaman.
Ia berharap melalui mementum tersebut, kedepannya bisa benar-benar dapat memfasilitasi munculnya talenta-talenta prestasi, yang hebat dan melalui proses yang lebih baik.
“Yaitu proses yang menjamin semua murid Madrasah terlayani dengan baik akan bakat minat prestasinya secara berkeadilan, nyaman, menyenangkan dan membahagiakan. Sebab prestasi murid-murid tidak akan muncul jika suasana dan iklim Madrasah tidak kondusif,” tuturnya
Karena itu, ia menambahkan semua pihak harus menciptakan kondisi Madrasah bebas dari perundungan-perundungan, bebas dari kekerasan seksual. Dan siapapun warga Madrasah harus turut menciptakan madrasah yang ramah dan nyaman untuk belajar yang penuh dengan nilai-nilai akhlakul karimah.
“Jadikanlah agama sebagai inspirasi untuk menjalankan ini semua. Agar nilai-nilai dan ruh Madrasah tumbuh berkembang mewarnai proses pendidikan kita semua,” pungkasnya.
Laporan: Muh Sulhijah
 






