103 Sarjana S1 dan S2 Bersaing Menjadi Guru di Ummusshabri

Proses pendidikan calon tenagah pendidik di Yayasan Ummusshabri Kendari

 

Kendari, sultrademo.co – Ummusshabri sebagai lembaga pendidikan unggul yang sudah mendapat pengakuan, kepercayaan dan dikenal masyarakat, tidak hanya tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional, tentulah kompetensi atau kualitas lebih dari seorang tenaga pendidik dan kependidikan di Ummusshabri Kendari menjadi sebuah keniscayaan. Untuk itu, maka sistem rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan di Ummusshabri dilakukan secara terpola, terukur dan kompetitif untuk menyaring tenaga pendidik dan kependidikan yang handal dan terstandarkan sesuai dengan tuntutan kemajuan Ummusshabri.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan assessment atau rekrutmen calon tenaga pendidik dan kependidikan baru Ummusshabri dilaksanakan sejak 20 Juni hingga 1 Juli 2023, bertempat di Madrasah Terpadu Ummusshabri Kendari.

Sekretaris Yayasan Ummusshabri Bambang Suprayitno, M.Pd.I, menuturkan jumlah pelamar calon tenaga pendidik dan kependidikan baru Ummusshabri yang dinyatakan lolos berkas sebanyak 103 orang sedangkan kuota yang dibutuhkan tahun ini sebanyak 29 orang, yang terdiri dari Guru PAUD 2 orang, Pendidikan Agama Islam 6 orang, Sains 5 orang, Matematika 3 orang, Bahasa Inggris 2 orang, PKN 1 orang, Psikologi/BK 4 orang, Pembina Tahfizh al-Qur’an 4 orang dan Pengasuh asrama 2 orang.

“Tahapan assessment calon tenaga pendidik baru lingkup yayasan Ummusshabri akan meliputi, pemeriksaan kelengkapan administrasi atau berkas pendaftaran, test tertulis berbabis CBT via android dengan soal dipindai melalui QR code reader, selanjutnya test wawancara integritas, spiritual dan rekam jejak, test kemampuan bilingual atau bahasa asing meliputi arab dan inggris, dan IT yang berhubungan dengan media desain pengajaran, praktek mengajar (peer teaching) berbasis bilingual dihadapan para pakar dibidangnya, dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes bebas NAPZA,”jelasnya, pada Rabu (21/6/2023),

Sementara Ketua Yayasan Ummusshabri Dr. H. Supriyanto, MA, mengatakan untuk membangun sebuah lembaga Pendidikan yang unggul tentu melalui sebuah proses.

Proses yang dimaksudkan kata Supri adalah proses mutu, mutu dari layanan, sarana dan prasarana, lingkungannya, tetapi proses mutu itu harus dimulai dari calon tenaga pendidik dan kependidikan yang bermutu. Karenanya assesment ini sebagai pintu utama untuk memperoleh tenaga pendidik yang bermutu.

“Proses assessment untuk menjadi pegawai di Ummusshabri ini diyakini lebih sulit dan berat dibandingkan dengan assessment untuk menjadi ASN atau P3K, karena kalau untuk ASN hanya melalui 2 tahapan sedangkan di Ummusshabri melalui 5 tahapan, mulai dari pemberkasan, tes tertulis yang di dalamnya ada juga psikotest, selanjutnya tes interview meliputi jejak rekam, spiritual dan bilingual, selanjutnya akan mengikuti tes peer teaching dan dinilai langsung oleh pakar Pendidikan yang independen,” bebernya.

Dikatakannya kompetisi ini bukan persoalan kalah dan menang, tetapi memang harus ditentukan yang terbaik diantara yang baik sesuai dengan kuota yang dibutuhkan.

“Karenanya saya berharap agar seluruh peserta bisa bersaing secara sehat, karena rangkaian proses seleksi ini dilakukan secara profesional dan bebas dari intervensi dan kepentingan perorangan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait