Kendari, Sultrademo.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, STP, SH, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pembersihan dan pengangkatan bangkai kapal di kawasan Pantai Teluk Kendari. Rakor tersebut digelar di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Selasa (29/1/2026).
Rakor ini dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari serta agenda internasional UCLG ASPAC 2026 yang akan digelar di Kota Kendari.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan pembersihan dan pembongkaran bangkai kapal akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 Februari hingga 3 Mei 2026.
Penetapan waktu ini disesuaikan dengan rangkaian agenda kebersihan kawasan pesisir dan kegiatan strategis kota, termasuk aksi bersih Teluk Kendari yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat.
Rakor dihadiri oleh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perwakilan kecamatan dan kelurahan, serta pihak terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis, pembagian peran dan tanggung jawab, serta strategi penanganan bangkai kapal yang selama ini dinilai mengganggu estetika dan lingkungan Teluk Kendari.
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa rakor tersebut merupakan forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam mewujudkan penataan kawasan Teluk Kendari yang lebih terarah dan terukur.
“Rakor ini tidak hanya sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi, tetapi juga untuk merumuskan langkah-langkah penataan kawasan Teluk Kendari yang sesuai dengan kebutuhan dan visi pembangunan kota,” ujarnya.
Berdasarkan pemaparan teknis dalam rapat, tercatat sebanyak 30 bangkai kapal tersebar di sejumlah titik pesisir Teluk Kendari. Dari jumlah tersebut, 18 kapal dinyatakan siap dibongkar oleh pemerintah.
Sementara itu, sebagian kapal akan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, dan beberapa lainnya masih dalam proses identifikasi kepemilikan.
Pemerintah Kota Kendari berharap kegiatan ini dapat memperbaiki kualitas lingkungan pesisir, meningkatkan estetika kawasan Teluk Kendari, serta mendukung citra kota menjelang pelaksanaan agenda nasional dan internasional pada tahun 2026.








