Mataram, Sultrademo.co – Bukan artis, bukan pula pejabat publik. Namun sosok satu ini mencuri perhatian dalam penutupan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) NTB 2025. Ia bukan datang dengan sorotan kamera atau busana glamor, melainkan dengan kemeja hijau kotak-kotak dan aura ketulusan yang memikat banyak hati. Namanya: Agam Rinjani.
Kehadirannya yang sederhana pada malam penutupan Fornas tak disangka menjadi magnet perhatian. Publik mengenalnya bukan dari panggung hiburan atau berita kontroversial, tetapi dari aksi nyata penuh keikhlasan yang pernah dilakukannya di kawasan Gunung Rinjani. Aksi tersebut rupanya membekas, hingga menembus sekat-sekat ruang digital lintas negara.
Sebuah video yang diunggah akun Instagram Disyon Toba, Sabtu, 2 Agustus, memperlihatkan sosok Agam di tengah keramaian. Video itu langsung viral, dihujani pujian netizen dari berbagai penjuru dunia. Tak hanya dari dalam negeri, gelombang kekaguman juga datang dari negeri seberang: Brasil.
“Jadi orang baik sih dari dulu… Booming-nya sebulan terakhir ini. Teruslah berbuat baik, nanti suatu saat akan booming juga,” tulis seorang netizen Indonesia.
“Bang Agam menginspirasi semua orang untuk berbuat baik tanpa batas,” komentar akun lainnya.
Para netizen Brasil pun ikut larut dalam kekaguman. Beberapa bahkan menyampaikan pesan menyentuh melalui kolom komentar:
“Hai semua, hati-hati dengan Agam. Kami menonton lho dari Brasil. Tolong jaga dia dengan penuh cinta,” tulis seorang netizen asal Brasil.
“Lihatlah kerendahan hati seorang Agam…” komentar akun Je68rodriguez singkat namun bermakna.
“Betapa senangnya melihat pahlawan Indonesia kita meraih kesuksesan. Brasil mencintaimu, Tuhan memberkatimu!” ujar Tanya Gomez, menyisipkan emoji hati dan bendera kedua negara.
“Oh tidak… Agam sedang dikerumuni bidadari,” tulis Lucia Marquees, mengomentari kepopuleran Agam yang mendadak meledak.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa di era digital, ketulusan pun bisa viral. Aksi sederhana namun penuh nilai kemanusiaan tetap mampu menjangkau hati orang-orang, bahkan melintasi benua.
Agam Rinjani memang bukan bintang film. Tapi hari ini, ia menjadi bintang di hati banyak orang. Ia dikenal bukan karena sensasi, melainkan karena ketulusan, kesederhanaan, dan kerendahan hatinya. Sebuah pengingat bahwa menjadi pribadi yang baik akan selalu menemukan jalannya untuk bersinar.
Laporan: Arini Triana Suci R










