Raha, Sultrademo.co –Puluhan mahasiswa di Kabupaten Muna yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Wuna Raha berunjukrasa di kampus STIP Wuna Raha pada Kamis 26 Januari 2023 kemarin. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut lima poin ditujukan kepada pihak kampus STIP Wuna Raha, salah satunya terkait dugaan penyalahgunaan fungsi Rusunawa (rumah susun mahasiswa) dan transparansi pengelolaan dana UKT (uang kuliah tunggal).
Koordinator lapangan, Muhammad Sulaeman mengatakan, Rusunawa mestinya diperuntukkan sebagai tempat tinggal mahasiswa Bidikmisi yang membutuhkan bantuan tempat tinggal, tetapi pihak kampus menggunakan gedung tersebut sebagai tempat beraktivitas birokrasi kampus.
“Sebenarnya Rusunawa ini milik mahasiswa penerima bidikmisi, hanya diambil alih dan dikuasai pihak kampus dan dijadikan ruang kantor para birokrasi kampus. Makanya kami duga mereka menjual nama mhasiswa untuk meraup keuntungan,” katanya, saat dihubungi Sultrademo, Jum’at 27 Januari 2023.
Untuk itu, Sulaeman menuturkan, pihaknya melakukan unjukrasa dan membawa lima poin tuntutan mengenai masalah fundamental yang ada di kampus STIP Wuna Raha. Pertama, meminta kepada ketua yayasan untuk melakukan evaluasi terhadap progresifitas kepemimpinan Rochmady selaku Ketua STIP Wuna Raha selama menjabat.
Kedua, mendesak pihak kampus agar tidak berkantor di Rusunawa STIP Wuna Raha karena tidak sesuai fungsinya. Ketiga, melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur dan kelengkapan fasilitas perkuliahan di kampus STIP Wuna Raha.
Keempat, mendesak pihak kampus untuk meringankan beban UKT (uang kuliah tunggal) mahasiswa. Kelima, mendesak pihak kampus agar lebih transparan dalam mengelola dana UKT dan dana pembangunan yang dibayarkan oleh mahasiswa STIP Wuna Raha.
Mahasiswa berharap, tuntutan mereka mendapat respon oleh ketua yayasan, Uking Djasa dan birokrasi kampus lainnya. “Tentunya tuntutan ini sudah kami kaji secara akademisi, semoga ketua yayasan dan pihak kampus mau membuka diri terkait aksi yang kami lakukan ini agar mahasiswa tidak beranggapan pihak kampus tidak peduli dengan kondisi kampus yang sudah sangat memperhatikan ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Sulaeman mengatakan, pihaknya sudah membuat surat permohonan mediasi kepada Ketua STIP Wuna Raha, surat itu berangkat dari ketidak hadiran ketua STIP ketika mahasiswa melakukan aksi unjukrasa kemarin (26/1).
“Kami sudah surati agar kami difasilitasi untuk membuat forum dialog bersama semua pengurus birokrasi kampus STIP Wuna. Jika dalam jangka waktu 1 kali 24 jam permohonan kami tidak diindahkan, maka aliansi mahasiswa STIP Wuna Raha bersepaka untuk menyegel kantor, gerbang dan ruang perkuliahan di kampus. Sesungguhnya kami lakukan gerakan ini demi kebaikan kampus, karena kalau bukan berawal dari mahasiswa pihak kampus tidak ada tindakan persoalan masalah yang ada di kampus Ini,” tegas mahasiswa semester 3 jurusan Budidaya Perairan (BDP) STIP Wuna Raha ini.
Salah seorang mahasiswa lainnya, Indrawan menambahkan, aksi tersebut merupakan inisiasi empat lembaga kemahasiswaan di kampusnya. “para pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) STIP Wuna Raha bersepakat melakukan aksi unjukrasa. Tentu melalui lima tuntutan itu, kami meminta agar hak kami sebagai mahasiswa dapat diberikan,” kata Indrawan.
“Kami sudahmemenuhi seluruh persyaratan yang di berikan pihak kampus, tapi mereka belum memberikan apa yang sudah kami bayar. Kami tekankan kepada birokrasi bahwa yang kami butuhkan adalah transparansi dana yang masuk ke kampus, kami ingin mengetahui perputarannya. Sangat disayangkan pihak kampus tidak melakukan pembangunan dan pengadaan fasilitas baru selama periode kepemimpinan Ketua STIP Wuna sekarang menjabat ini,” ucapannya.
Hingga berita ini ditayangkan, Ketua STIP Wuna Raha, Rochmady, S.Pi., M.Si belum memberikan tanggapannya. Media ini sudah beberapa kali melakukan konfirmasi namun belum mendapat respon. Media ini sudah mendatangi Kampus STIP Wuna Raha, namun ketua STIP tidak berada ditempat. Kampus STIP Wuna Raha nampak kosong dan tidak ada aktivitas perkuliahan didalamnya.
Laporan: Pitra
 






