KENDARI – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sulawesi Tenggara berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara, menggelar Festival Labengki pada 29-30 Mei 2026. Dampak dari event tersebut, mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dengan kedatangan sedikitnya 80 wisatawan.
Astindo Sultra mendatangkan para wisatawan ke Labengki melalui berbagai program promosi para travel agent anggotanya. Dalam waktu singkat, para pelancong yang ingin berlibur sekaligus menyaksikan pagelaran festival di kawasan eksotis tersebut dengan membeli paket wisata.
Astindo hadir mensupport Desa Wisata Labengki dan eventnya dengan menjual paket wisata. Dampaknya bagi ekonomi masyarakat setempat cukup terasa. Mulai dari penyedia homestay, pengusaha kuliner, penjual oleh-oleh, penyedia jasa transportasi, hingga warga pemilik warung UMKM.
Total perputaran ekonomi saat festival dua hari itu, sebesar Rp. 241.500.000, dengan peserta yang mengikuti festival sebanyak 210 orang.
Ketua Astindo Sultra, Sartika menguraikan, income dari festival tersebut dirasakan banyak pihak. Seperti para pemilik kapal penumpang sebanyak 8 unit, mendapatkan income sekitar Rp40 juta. Para peserta lomba mendapatka Rp16 juta, pemilik homestay Rp105 juta, income pemilik warung Rp20 jutaan, pendapatan dari tiket masuk Rp10,5 juta, dan para travel agent sekitar Rp50 juta.

“Festival Labengki tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Astindo mensupport dengan menjualkan paket wisatanya,” jelas Sartika, yang juga pemilik Travel SM Holiday itu.
Selama festival, ada beberapa agenda yang terselenggara. Diantaranya Explore Labengki, Lomba Masak, Lomba Karaoke, Katinting Race, Lulo Bersama, Aksi Bersih Labengki, Mini Expo UMKM, dan sebagainya.
Para tamu tidak hanya menikmati keindahan miniatur raja ampat di Kawasan Labengki. Mereka juga menyaksikan keunikan budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat Bajo di kawasan eksotis tersebut.















