Baznas Kendari Prioritaskan Zakat untuk Ekonomi Produktif, Minimal 50 Persen Dialokasikan

Ketgam : Ketua Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si

Kendari, Sultrademo.co – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penyaluran zakat pada sektor bantuan ekonomi produktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Kebijakan ini sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS yang menetapkan minimal 50 persen dana zakat dialokasikan untuk program ekonomi produktif.

Bacaan Lainnya
 

Kepala Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si mengatakan saat ini Baznas Kendari memiliki lima program utama, yakni bantuan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, serta bantuan ekonomi. Dari kelima program tersebut, bantuan ekonomi produktif kini menjadi prioritas utama.

“Tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, ke depan fokus utama kita adalah bantuan usaha ekonomi produktif,” katanya, Senin, (26/01/2026).

Untuk tahun 2026, Baznas Kota Kendari menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp6,4 miliar yang tercatat dalam neraca keuangan resmi. Sementara itu, dana di luar neraca, termasuk zakat fitrah yang dihimpun oleh masjid, musala, atau unit pengumpul zakat (UPZ) dan disalurkan langsung kepada masyarakat, diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 miliar.

Meski berada di luar pembukuan, dana tersebut tetap wajib dilaporkan kepada BAZNAS sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Menjelang bulan suci ramadan, BAZNAS juga telah menyiapkan sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah partisipasi dalam pasar murah yang akan digelar menjelang Ramadan.

Program pasar murah ini berupa subsidi kebutuhan pokok, khususnya beras. Harga beras yang seharusnya dijual sekitar Rp60 ribu per sak akan disubsidi sehingga masyarakat cukup membayar sekitar Rp50 ribu. Besaran subsidi yang diberikan berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per sak.

“Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat miskin. Karena beras adalah kebutuhan utama, apalagi menjelang Ramadan,” jelasnya.

Selain pasar murah, Baznas juga akan terlibat dalam Safari Ramadan, termasuk penyaluran bantuan sosial yang akan menyasar warga kurang mampu di berbagai wilayah.

Melalui kombinasi program ekonomi produktif dan bantuan langsung menjelang Ramadan, BAZNAS berharap zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: HANI
Editor: UL

Pos terkait