Kendari, Sultrademo.co – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Kendari menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di berbagai titik di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini, diketahui telah mengganggu aktivitas masyarakat mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga pengemudi angkutan umum yang harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kendari, Andhika Prasetya, S.H., M.H., menilai bahwa antrean panjang ini diduga merupakan salah satu dampak dari kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi. Pergeseran pola konsumsi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap stok dan pelayanan di SPBU.
“Pemerintah dan Pertamina harus segera memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi pasokan BBM di Kota Kendari. Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya dan akhirnya muncul berbagai spekulasi yang justru memperkeruh keadaan,” ujar Andhika, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, persoalan distribusi BBM bukan hanya menyangkut sektor energi, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Keterlambatan distribusi barang, meningkatnya biaya operasional transportasi, hingga terganggunya pelayanan publik merupakan konsekuensi yang dapat muncul apabila antrean panjang terus berlanjut.
Pemuda Katolik Komcab Kota Kendari juga meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan BBM di wilayah Kota Kendari. Langkah-langkah antisipatif perlu segera dilakukan agar masyarakat memperoleh kepastian atas ketersediaan bahan bakar.
Selain itu, Pemuda Katolik mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama mengantre di SPBU serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang dapat memperparah kondisi di lapangan.
“Kesadaran kolektif masyarakat sangat diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan secara adil dan merata,” terangnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Katolik Komcab Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat. Organisasi ini berharap pemerintah hadir dengan langkah-langkah yang cepat, terukur, dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan ketidakpastian. Ketersediaan BBM harus dijamin karena merupakan kebutuhan vital yang menopang roda perekonomian daerah. Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tegas Andhika.
Pemuda Katolik Komcab Kota Kendari juga mendorong agar dilakukan pengawasan terhadap distribusi BBM untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan mengantisipasi potensi penyalahgunaan yang dapat menyebabkan kelangkaan di tengah masyarakat.
“Transparansi informasi dari pemerintah dan Pertamina menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik serta mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar,” imbuhnya.
 






