Begal Kembali Marak di Kendari, Samsu Alam Sebut Kurangnya Penerangan Jadi Pemicu Utama

Ketgam : Kepala Satpol PP kota Kendari, Samsu Alam

Kendari, Sultrademo.co – Selain Anjal dan Gepeng, maraknya begal turut menjadi sorotan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bagi masyarakat yang bermukim di kota metro ini.

Bukan tanpa alasan, pasalnya salah satu awak media sempat menjadi korban begal di wilayah Benu-benua saat melintas di jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kendari, Samsu Alam mengatakan di wilayah tersebut memang menjadi rawan begal sebab posisi jalannya kurang terang.

Hal ini menyebabkan banyaknya aktifitas-aktifitas yang bisa memicu terjadinya begal di daerah tersebut.

“Tapi alhamdulilah beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perhubungan telah meresmikan lampu jalan di sekitar wilayah tersebut (Jl.Pembangunan) yakni daerah yang kemarin dianggap gelap dan rawan itu,” tutur Samsu Alam.

“Mudah-mudahan dengan adanya lampu itu bisa mengurangi kejahatan di lingkungan tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari Laode Abdul Manas Shalihin mengatakan Pemkot Kendari melalui Wali Kota Kendari telah menggalakan program Kendari terang untuk penerangan kota Kendari.

“Namun karena keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa serta merta, jadi kita prioritaskan dulu yang prioritas. Kemudian lambat namun pasti insha allah akan menerangi seluruh kota Kendari,” ungkapnya, Selasa (3/1/2023).

Disisi lain, ia (Kadis Perhubungan) menyebutkan saat ini pihaknya telah mengganti lampu jalan dari yang sebelumnya menggunakan lampu merkuri kemudian digantikan ke lampu LED.

” Jumlah yang sudah diganti sekitar 1000 mata lampu. Jadi 1000 mata lampu itu akan didistribusi ke lokasi lokasi atau titik-titik di wilayah kota Kendari ini yang masih gelap,” imbuhnya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait