Kendari, Sultrademo.co – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), di Kendari, Senin (24/2/2025).
Program edukasi ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, khususnya dalam bidang investasi di pasar modal.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. SPM dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai investasi, terutama saham, serta analisis pasar modal yang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Dorong Literasi Keuangan
Narasumber dalam kegiatan ini, Ricky, S.E., M.M., CEP, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi keuangan.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang baik. Saat ini, banyak anak muda yang cenderung konsumtif dan bahkan terjebak dalam investasi bodong. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan,” ujar Ricky.
BEI terus berkomitmen memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai institusi keuangan di Sulawesi Tenggara. Saat ini, terdapat 19 galeri investasi di provinsi tersebut, termasuk di FISIP UHO, yang secara rutin mengadakan pelatihan dan kegiatan edukatif.
Dukungan Mahasiswa
Salah satu peserta, Yudi Eka Pranata, mahasiswa FISIP UHO, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Sekolah Pasar Modal ini sangat bermanfaat. Kami belajar tentang investasi, cara mengelola keuangan, serta memahami risiko dan peluang di pasar modal,” kata Yudi.
Ricky berharap generasi muda semakin sadar akan pentingnya investasi dan pengelolaan keuangan yang bijak.
“Kami ingin kaum muda terus belajar mengelola keuangannya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan perekonomian di Kota Kendari juga dapat terus berkembang,” tuturnya.
BEI juga berupaya memberikan informasi terkini terkait pasar modal dan pengelolaan keuangan, sehingga masyarakat tidak ketinggalan perkembangan terbaru di sektor ini.
Sementara itu, Ketua Galeri Investasi BEI FISIP UHO, Dr. Wa Ode Harliyanti Unga, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan agar mereka dapat menghindari investasi ilegal dan memahami manfaat investasi yang aman.
“Di tengah maraknya penipuan investasi dan pinjaman online ilegal, edukasi keuangan seperti ini sangat penting. Kami ingin mahasiswa kami memahami bahwa investasi legal, seperti saham, obligasi, dan reksadana, dapat diakses oleh semua kalangan tanpa harus mengeluarkan modal besar,” ujar Dr. Harliyanti.
Ia menambahkan bahwa investasi di pasar modal kini semakin mudah diakses oleh masyarakat. “Dengan modal Rp5.000, seseorang sudah bisa mulai berinvestasi di pasar reguler. Proses pembukaan rekening saham pun kini lebih sederhana, hanya membutuhkan KTP, rekening bank, dan akses internet,” paparnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Bakti, SE., M.Si., selaku Sekretaris Galeri Investasi BEI FISIP UHO.










