Kendari, sultrademo.co – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo memaparkan tiga strategi dalam menurunkan angka stanting di Sulawesi Tenggara.
“Ada tiga penekanan dalam menurunkan angka stanting di Sulawesi Tenggara,” kata Hasto disalah satu hotel di Kendari, Kamis (24/8/2023).
Pertama, persiapan untuk pengukuran di bulan September untuk melihat berapa angka stunting sekarang ini sehingga perlu banyak persiapan.
Kedua, mencegah serta tidak hanya sekedar mengatasi yang sudah stunting. Tapi mencegah lahirnya stunting baru maka peran Kanwil Kemenag Sultra untuk melakukan skrining pranikah.
Ketiga, mendorong untuk penyerapan anggaran karna waktunya tiga setengah bulan harus sukses penyerapan anggaran sampai ke rakyat.
Menurutnya penekanan itu penting sebab pembangunan keluarga adalah pondasi utama tercapainya kemajuan bangsa.
Lanjut Hasto, adanya Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan strategis nasional dalam percepatan penurunan stunting memiliki tujuan yang kongkrit.
“Adalah menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan menikatkan akses air minum dan sanitasi,” paparnya.
Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas menyampaikan, anggaran penurunan angka stunting telah dipersiapkan, mulai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) masing-masing APBD.
Keterlibatan penurunan stunting dari beberapa perangkat daerah, salah satunya Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara dalam memberikan asupan gizi kepada masyarakat terkhusus ibu hamil dan balita.
“Insya Allah, mulai tahun 2023 kami mengalokasikan itu ada 3 persen untuk penurunan stunting, bisa kita rencanakan dari DAK dan masing-masing dari APBD,” tuturnya
Laporan: Muh Sulhijah
 






