BNN Sultra- Lapas Kelas IIA Kendari Ungkap Jaringan Narkotika Lapas

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Lapas Kelas II Kendari berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan Lapas.

“Pengungkapan kasus narkotika kerja sama BNNP Sultra dengan lapas Kelas II Kendari, kita berhasil mengungkap satu perkara narkoba.
Tersangka merupakan seorang lelaki berinisial A yang ditangkap di suatu rumah di Kecamatan Wua-wua, Jumat (12/6/2021) yang dikendalikan oleh seseorang yang merupakan narapidana inisial R (37) di Lapas Kelas IIA Kendari,”ungkap Kepala BNNP Sultra, Brigjen Sabaruddin Ginting, di kantor BNNP Sultra, Sabtu (12/6/2021)

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Sabtu (12/6/2021) pihaknya menerima  hasil penyelidikan penyelidikan terkait dengan pengungkapan perkara kasus tersebut dari Kepala Lapas Kelas II Kendari Abdul Samad Dama  bersama jajarannya.

“Saya kira ini merupakan terobosan yang baik dari kita dan pihak lapas dan ini merupakan komitmen bersama sudah menanda tangani MOU dengan Bapak Kanwil kementrian Hukum dan Ham serta jajaran Lapas yang ada di Sultra, sekali lagi kami berterima kasih, ini komitmen kami dalam memberantas narkoba di wilyah Sultra,” ujarnya.

Ia mengungkapkan penangkapan terjadi hari jumat (11/6/2021). Selain tersangka bukti lainnya berhasil diamankan yakni narkotika dengan berat 8, 58 Gram.

“Kami menemukan timbangan, plastik dan narkotika seberat 8, 58 gram. Di tangkap dalam lapas informasi dari luar bahwa ada pengendali didalam kita lakukan penangkapan kebetulan beliau sedang swipinh didalam kita kerja sama respon cepat dan beliau serahkan ke kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama menjelaskan, pihaknya menyerahkan satu orang narapidana untuk dilakukan proses penyidikan dan itu merupakan upaya mewujudkan MoU.

“Kami harus betul-betul membuktikan dan alhamdulillah, kami di lapas Kendari kami sudah mulai membuktikan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada saaat melalukukan sweping, pihaknya menemukan Handphone yang merupakan milik salah satu tahanan berinisail R (37).

“Terus kami simpan sekitar jam 12 ada informasi dari BNNP bahwa ada penangkapan di luar dan mencoba konfirmasi ke kami dan ternyata pagi kami sita hapenya, kami langsung kordinasikan akan menyerahakan barang bukti,” ungkapnya kepada awak media.

Ia menambahkan, pihaknya akan tetap menyelidiki, jika terbukti ada anggota pihak Lapas yang terlibat, maka akan diproses sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau pengawasan dijaga ketat dan kami juga telah memansang metal detektor tapi yang namaya juga dengan berbagai macam cara dan dari mana sehingga masih ada satu dua yang masih bisa lolos,”pungkasnya.

Reporter : Ilfa
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait