Sultrademo.co– Buntut dari aksi demonstrasi penuntutan upah kerja di PT VDNI dan OSS berakhir ricuh. Senin 14/12/2020.
Kericuhan itu mengakibatkan puluhan kendaraan roda empat dan roda dua terbakar, demikian pula beberapa gedung ikut ludes dilahap api.
Pantaun awak media di lapangan, mobil yang dibakar masa aksi mencapai 40 truck ditambah alat berat seperti eksavator, doser, dan kendaraan lapangan perusahaan lainnya. Roda dua milik security dan humas ikut dibakar massa aksi.
Sementara gedung yang menjadi amukan api adalah penyimpanan alat APD dan puluhan kamar tinggal TKA Cina. Lainnya hanya mengalami kerusakan.
Salah satu masa aksi yang tergabung dalam gerakan hari ini, Anto menyesalkan perlakuan apatis perusahaan menyepelekan gerakan dan aspirasi karyawan.
“Kami hanya meminta dua saja point penting apa yang jadi substansi gerakan kami hari ini, yaitu kenaikan upah buruh dan PKWTT yang saat ini pihak perusahaan belum menjawab itu padahal dua Minggu lalu kami sudah pernah melakukan aksi yang sama hari ini dan itu juga kami minta dua Minggu lalu,” tuturnya.
Seandainya, lanjut dia pihak perusahaan cepat mengambil sikap dan memberi ruang bertemu Mr Tony untuk memperjelas tanggapan perusahaan, kejadian ricuh tidak akan pernah terjadi.
“Kami malah dipancing dan dilemparkan aqua dan batu saat teman korlap menyampaikan orasinya di podium, dan itu tak bisa kami tolerir hingga terjadilah saling lempar antara kedua belah pihak dan hingga mengakibatkan perusaahan lumpuh total selama beberapa hari kedepan karna meliat kondisi perusahaan rusak parah,”tutupnya.
Kericuhan baru mulai redam ketika Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa tiba di lokasi menenangkan masa aksi dan berusaha untuk mencarikan jalan keluar.
Laporan : Jumardin
 






