Herd immunity (kekebalan kelompok) menjadi taktik ampuh dalam menangkal penularan Covid-19. Herd immunity dapat terbentuk dengan cara mengikuti program vaksinasi sebagaimana anjuran pemerintah. Menyadari hal itu, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bertekad menggenjot vaksinasi Covid-19 sehingga warga di otoritanya terlindungi dari serangan wabah.
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, dari sisi penanganan, pemerintah kabupaten (pemkab) bakal turun jemput bola untuk menyasar semua siswa SMP dan SMA yang siap di vaksin hal ini di sampaikan Kerry saipul konggoasa di sela-sela kegiatan vaksinasi merdeka massal siang tadi
lanjutnya ia meminta kepada Kadis Kesehatan Konawe untuk segera menurunkan team vaksinasi di lapangan dengan sistem jemput bola di semua sekolah dari tingkat SMP dan SMA yang belum tersentuh vaksinasi massal
Karena, lanjutnya, cara ini yang paling di anggap jitu untuk menyukseskan vaksinasi sesuai arahan pemerintah pusat guna memutuskan penyebaran virus Corona khususnya di Konawe.
Diwaktu yang sama, Kadis Kesehatan dr. Mawar Taligana menjelaskan apa yang jadi arahan bupati hari ini akan secepatnya ditindak lanjuti mengingat persedian stok vaksin saat masih banyak sekira 10000 dosis vaksin merek Pfizer.
“Vaksinasi di tingkat SMP dan SMA ini dengan cara sistem jemput, kami akan kordinasi secepatnya kepada semua kepala sekolah untuk menentukan waktu kapan kami turun lapangan supaya komunikasi terkordinir dengan baik mengingat ada ratusan sekolah mulai dari tingkat SMP dan SMA yang kita akan sambangi nantinya,”katanya.
Ditambahkan Ketua Gugus Tugas Covid 19, Kabupaten Konawe Dr Perdinan Sapan menerangkan, gagasan Bupati Konawe untuk menyasar segmen anak dan remaja dengan menggelar kegiatan vaksinasi di sekolah-sekolah bekerjasama dengan pihak TNI/Polri merupakan langkah paling preventif.
“Kita harapkan area vaksinasi semakin luas. Dengan demikian, lebih banyak lagi masyarakat Konawe yang bisa divaksin,” ujarnya.
Lanjut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Konawe, Ferdinand Sapan menuturkan, terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi Pemkab dalam menggenjot capaian vaksinasi. Selain keterbatasan tenaga medis, hal lain yang cukup berpengaruh yakni ketersediaan vaksin Covid-19 serta jadwal vaksinasi yang tidak bisa dipaksakan. Namun sesuai proyeksi pemkab, vaksinasi bakal terus dikebut hingga mencapai 60-70 persen angka partisipasi masyarakat.
Disinggung mengenai perpanjangan PPKM yang saat ini masi menjadi kendala masyarakat untuk mengadakan pesta dan acara lainnya secara terbuka , lanjut Ferdinand Sapan, hal itu tidak perlu dirisaukan sebab kondisi penularan Covid-19 di Konawe sudah menunjukkan tren penurunan. Yang pemkab ingin dorong saat ini, katanya, yakni pemulihan aktivitas berlandaskan kepercayaan masyarakat pasca mengikuti program vaksinasi.
“Jadi berkumpul dengan keluarga, melaksanakan aktivitas sosial dan keagamaan secara bersama, tidak ada lagi keraguan. Akan tetapi standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 harus tetap jalan. Tidak ada keraguan lagi karena imunitas masyarakat sudah meningkat usai divaksin,” tandasnya.
 






