Dampak Tambang Kian Mengkhawatirkan, HAKLI Sultra Dorong Advokasi Persuasif Lintas Sektor

Ketgam : Seminar nasional kesehatan lingkungan yang digelar di Kendari, akhir pekan lalu

Kendari, Sultrademo.co – Dampak aktivitas pertambangan terhadap kesehatan masyarakat dan kerusakan lingkungan dinilai semakin mengkhawatirkan, sehingga membutuhkan pendekatan advokasi persuasif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua PP HAKLI Sultra, Andi Sultan Bakri SKM, MSc, dalam seminar nasional kesehatan lingkungan yang digelar di Kendari, akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya
 

Ia menyebutkan, aktivitas tambang yang masif telah menyebabkan perubahan lingkungan secara signifikan, mulai dari berkurangnya tutupan hutan hingga terganggunya ekosistem satwa. Kondisi ini turut meningkatkan risiko bencana, seperti banjir akibat hilangnya fungsi pohon dalam menyerap air hujan, sebagaimana telah terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Upaya meminimalkan dampak tambang tidak cukup hanya dengan regulasi. Recovery lingkungan melalui penanaman kembali vegetasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di sekitar tambang,” kata Andi Sultan, yang juga menjabat Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sultra, Minggu, (18/01/2026).

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi perhatian utama, terutama terkait ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah domestik, serta kualitas udara agar tidak memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar wilayah tambang.

Meski kebijakan pertambangan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, HAKLI Sultra terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah agar kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara selaras di tingkat lokal. Selain itu, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dilakukan untuk memastikan pengolahan limbah tambang sesuai standar lingkungan.

“Kami juga melibatkan akademisi untuk memberikan kajian ilmiah sebagai dasar rekomendasi kebijakan yang objektif dan berbasis data,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, ia menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan lingkungan dalam melakukan pengawasan di puskesmas, rumah sakit, hingga dinas kesehatan. Pengawasan difokuskan pada kualitas air, udara, dan tanah guna mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan.

Apabila ditemukan potensi penularan, lanjut Andi Sultan, diperlukan penanganan dan pengolahan lingkungan yang tepat agar sumber daya alam tetap aman dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lingkungan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Ilmu yang tidak diterapkan akan kehilangan manfaatnya. Bahkan bagi lulusan baru, pelatihan sangat penting agar mereka siap menjalankan tugas secara maksimal,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait