Kendari, Sultrademo.co – Langkah SMPR 25 Kendari tak sekadar berbicara tentang pembangunan gedung sekolah, tetapi tentang membuka jalan masa depan bagi ribuan anak yang selama ini berada di pinggir akses pendidikan. Sekolah Menengah Pertama Rakyat ini bersiap melakukan lompatan besar dengan merekrut ratusan siswa baru pada tahun ajaran Juli 2026, seiring rampungnya kompleks pendidikan terpadu di Kecamatan Abeli.
Kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan seluas enam hektare tersebut telah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Kendari dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.
Nantinya, kawasan ini akan menjadi pusat pendidikan terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA, sekaligus menampung lebih dari seribu peserta didik dari berbagai latar belakang ekonomi.
Kepala SMPR 25 Kendari, Ferdinan Nicolas, menjelaskan bahwa perjalanan sekolah ini dimulai secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Pada tahun ajaran 2025–2026, SMPR 25 hanya menerima 49 siswa. Kebijakan itu diambil karena proses pembangunan masih berjalan dan pihak sekolah ingin memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan maksimal.
“Setelah pembangunan rampung Juni 2026, Juli sekolah baru bisa langsung digunakan secara penuh,” ungkap Ferdinan optimistis, Selasa, (06/01/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap anak di negeri ini memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Ke-49 siswa angkatan pertama SMPR 25 Kendari merupakan anak-anak dari keluarga tidak mampu dan miskin ekstrem yang telah melalui proses asesmen ketat serta mendapatkan rekomendasi pemerintah.
“Ini bukan soal belas kasihan, tapi memastikan mereka benar-benar layak dan siap untuk berkembang,” katanya.
SMPR 25 Kendari juga berupaya mematahkan stigma sekolah rakyat sebagai “sekolah miskin”. Menurut Ferdinan, konsep sekolah rakyat saat ini telah berevolusi jauh. Tidak hanya menekankan kemampuan dasar membaca dan menulis, sekolah ini menargetkan lahirnya generasi unggul secara akademik, berkarakter kuat, dan mampu memutus rantai kemiskinan.
“Pendekatannya menyeluruh. Anak disekolahkan dengan baik, sementara keluarganya juga didukung melalui bantuan rumah hingga modal usaha agar bisa mandiri,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, sekolah ini menerapkan standar modern tanpa kompromi. Setiap siswa mendapatkan delapan pasang seragam untuk kebutuhan satu minggu, ruang belajar dilengkapi smart board serta meja kursi modern, dan mulai semester dua tahun ini seluruh siswa telah dibekali laptop pribadi. Di asrama, kebutuhan makan dan camilan diatur secara terjadwal dan terpenuhi dengan baik.
“Ini bukan sekolah miskin. Ini sekolah negara yang mendidik generasi tangguh dengan fasilitas modern,” tegas Ferdinan.
Pembentukan karakter menjadi pilar penting dalam proses pendidikan. Banyak siswa yang sebelumnya terbiasa hidup bebas sambil membantu orang tua mencari nafkah, kini mulai beradaptasi dengan kehidupan disiplin dan rutinitas terstruktur.
“Perkembangannya sangat positif. Setiap bulan terlihat perubahan. Ini perjuangan bersama untuk mencetak manusia yang baik dan berkualitas,” tambahnya.
Dengan hadirnya kompleks baru yang mampu menampung lebih dari seribu siswa, SMPR 25 Kendari tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga menanam fondasi masa depan bagi ribuan anak yang berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, bermimpi, dan bersinar.
 






