Konawe, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Konawe mendorong pemerintah desa dan kelurahan memperkuat pengelolaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Data yang akurat dinilai penting agar program pemerintah tidak sekadar berdasarkan asumsi, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., saat membuka kegiatan Ekspos Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Rabu (19/8/2026).
Ferdinand hadir mewakili Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Konawe memperkuat tata kelola statistik di tingkat desa dan kelurahan sekaligus mendukung penerapan Satu Data Indonesia.
Menurut Ferdinand, persoalan data di tingkat pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan angka, tetapi juga kemampuan aparatur dalam mengelola, memperbarui, dan memastikan data tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Dia menyebut ada tiga hal yang harus diperkuat aparatur desa dan kelurahan dalam pengelolaan data, yakni kompetensi, komitmen, dan konsistensi.
“Masalah utama kita adalah kompetensi. Kita harus mau belajar dan mencontoh. Yang kedua adalah komitmen. Yang ketiga adalah konsistensi,” tegas Ferdinand.
Ferdinand menilai data desa seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Data harus mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat dan menjadi rujukan ketika pemerintah menentukan prioritas pembangunan.
Dengan data yang valid, pemerintah dapat lebih mudah memetakan persoalan seperti kemiskinan, kebutuhan pangan, kondisi rumah warga, potensi ekonomi, hingga kebutuhan pelayanan dasar.
“Statistik bukan sekadar angka, tetapi cerita tentang kehidupan yang membantu kita mengambil keputusan dengan lebih bijak,” ungkapnya.
Melalui program Desa Cantik, Pemkab Konawe mendorong tiga sasaran utama. Pertama, mendukung implementasi Satu Data Indonesia. Kedua, meningkatkan peran aktif aparatur desa dan kelurahan dalam pengelolaan statistik. Ketiga, membangun kemandirian desa dan kelurahan dalam menyediakan serta mengelola data.
Program tersebut diharapkan membuat pemerintah desa dan kelurahan mampu memperbarui data secara berkelanjutan, sehingga informasi yang digunakan dalam perencanaan pembangunan tidak tertinggal dari kondisi masyarakat.
Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Buku Statistik Desa/Kelurahan, bantuan pangan, serta bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada sejumlah warga Kelurahan Wawotobi.
Buku Statistik Desa/Kelurahan diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah setempat untuk mengenali potensi sekaligus memetakan kebutuhan dan persoalan di wilayah masing-masing.
Sementara bantuan pangan dan RTLH menjadi bentuk intervensi pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan sehat.
Dalam konteks pembangunan berbasis data, keberadaan statistik desa menjadi semakin penting karena berbagai program pemerintah membutuhkan data penerima dan kondisi wilayah yang tepat.
Kesalahan data berpotensi membuat intervensi pembangunan tidak tepat sasaran. Sebaliknya, data yang akurat dapat membantu pemerintah menentukan prioritas secara lebih terukur.
Ferdinand berharap perangkat desa dan kelurahan tidak hanya aktif dalam mengumpulkan data, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkannya untuk kebutuhan pembangunan.
Pemanfaatan data tersebut dinilai penting agar kebijakan yang dibuat pemerintah benar-benar berangkat dari persoalan masyarakat di lapangan.
Ekspos Desa Cantik 2026 di Kelurahan Wawotobi turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara Hadi Susanto, MA, Kepala Bappeda Kabupaten Konawe, Kepala BPS Kabupaten Konawe beserta jajaran, anggota DPRD Konawe, para camat, lurah, kepala desa, perangkat desa, serta sejumlah undangan lainnya.
Pemkab Konawe menilai penguatan statistik sektoral di tingkat desa dan kelurahan merupakan bagian penting dalam membangun sistem data daerah yang akurat, terpadu, mutakhir, dan berkelanjutan.
 






