Dikabarkan Bakal Maju Pilwali 2024, Ketua DPRD Kota Kendari Tidak Membantah

Ketgam : Ketua DPRD kota Kendari saat memberikan pernyataan untuk siap maju di pilcaleg 2024 mendatang

Kendari, Sultrademo.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari, H Subhan ST mengaku kembali maju menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kendari 2024 mendatang.

Subhan akan maju di daerah pemilihan (dapil) Kadia-Wuawua. Majunya Subhan Bacaleg pemilu 2024 digadang-gadang menjadi pintu buat dirinya ikut maju dan bertarung pada Pemilihan Wali Kota (pilwali) Kendari di tahun yang sama.

Bacaan Lainnya

Saat ditanya perihal dirinya maju di Pilwali Kendari, Subhan tidak membantah isu tersebut. Hanya saja kata dia, saat ini dirinya masih melihat situasi politik yang ada. Apalagi, dirinya masih ingin maju sebagai caleg Kadia-Wuawua.

“Masih mau kembali caleg Kadia-Wua-wua. Tapi soal maju Pilwali Kendari masih kita lihat. Nanti seiring berjalannya waktu, akan kita tentukan kedepan. Yang jelas kita punya keinginan melayani masyarakat,” Kata Subhan, Senin (9/1).

Meski demikian, ia mengakui majunya ia sebagai bacaleg Dapil Kadia-Wuawua, sebagai pintu masuk untuk dirinya menatap tahun politik. Khususnya Pilwali Kendari.

“Pilcaleg ini menjadi pintu masuk untuk Pilkada Kendari nanti. Artinya kita tetap di Kendari untuk bagaimana melihat potensi yang ada nanti. Kalau ada bisa kita maksimalkan,” jelasnya.

Diketahui, jika Subhan ikut bertarung di Pilwali Kendari, maka pesta persaingan Pilwali Kendari akan semakin ketat. Pasalnya, nama-nama seperti Mantan Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir, mantan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Anak Bupati Konawe Selatan (Konsel) Aksan Jaya Putra (AJP), dan Anggota DPRD Kendari saat ini Abdul Razak sudah lebih dulu menyatakan diri siap maju pada Pilwali Kendari.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait