Dikritik Bawa Nama Partai Protes Tambang, Tayeb Demara Pertanyakan Keberpihakan Petinggi Golkar

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO. CO – Tayeb Demara, seorang politisi Golkar asal Konawe Kepulauan baru-baru baru ini mengkritik pernyataan Ali Mazi yang terkesan membela dugaan serobot lahan PT GKP di Konkep.

Kritikan Tayeb yang dirilis oleh salah satu media lokal sepekan lalu itu sontak mendapat tanggapan dan reaksi pedas dari Sekretaris DPD I partai Golkar, Muhammad Basri melalui akun Faceboknya serta Ketua Golkar Konkep, Muhammad Farid melalui media massa.

Bacaan Lainnya

Tanggapan pedas dari kedua petinggi Golkar itu substansinya menampik jika kapasitas Tayeb Demara berbicara mengkritik Ali Mazi dan PT. GKP bukan atas nama partai.

Menanggapi hal tersebut, Tayeb Demara yang ditemui baru-baru ini nampaknya sedikit heran dan merasa miris.

Menurut dia, pada prinsipnya, setiap kader Golkar mempunyai hak untuk berbicara, jangan ada kesan bahwa Partai Golkar itu milik Ketua dengan Sekretaris.

“Jadi menurut saya ini tidak elok atas pernyataan saya yang tidak sama sekali mengatakan saya dalam kapasitas sebagai kader lalu dijawab seolah olah saya tidak mematuhi aturan partai,” ujarnya, Rabu 17/7/19.

Sebagai anak daerah dan sebagai kader Golkar, Tayeb berkewajiban secara hukum, politik dan sosial mengapresiasi segala sesuatu yang berada di sekitarnya, apalagi hal itu berkaitan hajat hidup orang banyak yang berdampak negatif terhadap kehidupan sosial.

“Semestinya petinggi-petinggi Partai Golkar mengapresiasi apa yang terjadi di Konkep, bukan malah mengurusi saya, saya berbicara dalam kapasitas membela rakyat, mestinya mereka (Muhammad Basri, dan Muhammad Farid, red) ikut memikirkan nasib rakyat Konkep,” cetus Ketua Bidang Kerjasama Organisasi dan Media DPP Komite Pemantau Program Hutan Indonesia (KPPHI) itu.

Tayeb menambahkan, andai saja dia adalah petinggi Golkar, dirinya akan melakukan sesuatu yang dapat membantu dan menyelamatkan masyarakat Wawonii dalam membela haknya. Sayangnya, lanjut Tayeb, dirinya hanya sebatas kader. Itupun langsung dikritik.

Ketgam : Tayeb Demara (kiri)  bersama Ketum RKIHP RI dan mantan Menpan RI.

Berkaitan dengan ulasannya menjawab kritikan dua petinggi Golkar itu , lanjut Tayeb, mungkin publik akan menafsirkan seolah- olah ada masalah di internal, padahal menurut dia biasa-biasa saja dan tidak ada masalah.

Kekhawatiran Basri dan Farid menurutnya justru akan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Wawonii yang perlu dia luruskan, Tayeb tidak mau terjebak pada isu itu, dan hanya akan fokus menyorot dan menyelesaikan persoalan tambang di Konkep.

“PT GKP segera hengkang sebelum ada persoalan besar yang datang dan menjadi kerugian kita semua, soal saya dituding tidak menghargai partai, dan kemarin berbicara atas nama partai, saya fikir kalaupun demikian, saya memang tidak bisa dipisahkan dengan Golkar, semua orang tau kalau saya adalah kader golkar, jadi tidak elok petinggi Partai berkata dan bereaksi seperti itu,” tutupnya.

Laporan : Adi
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait