Kendari, Sultrademo.co – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari terus mendorong peningkatan ketahanan pangan masyarakat melalui program budidaya ikan sistem bioflok.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari, Agus Salim, mengatakan program ini merupakan salah satu upaya pemenuhan protein hewani ikan sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat.
Menurut Agus Salim, program bantuan bioflok dilaksanakan sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kendari yang mendapat dukungan penuh dari Wali Kota. Pemanfaatan lahan pekarangan dinilai efektif untuk meningkatkan produksi pangan lokal, mendorong swasembada pangan, serta menekan angka inflasi.
“Program ini kami lanjutkan pada tahun 2025–2026. Budidaya ikan sistem bioflok sangat cocok diterapkan di lahan terbatas, asalkan tersedia sumber air,” ujar Agus Salim, Rabu, (24/12/2025).
Pada tahun 2025, Dinas Perikanan dan Kelautan telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa 10 unit budidaya perikanan air tawar. Selain itu, terdapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan dan Budidaya Takalar di bawah UPT Direktorat Perikanan Budidaya, berupa enam unit alat sistem bioflok yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Labibia.
Setiap kelompok penerima mendapatkan enam unit kolam bioflok dengan diameter empat meter. Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok masyarakat Mataiwoi dan masyarakat di Kelurahan Labibia.
Agus Salim menegaskan bahwa seluruh bantuan diberikan secara gratis kepada masyarakat dengan tujuan memberikan motivasi agar warga dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan lahan kosong untuk produksi pangan.
“Harapannya masyarakat dapat mandiri dan menjadikan budidaya ikan sebagai sumber pangan sekaligus tambahan penghasilan,” tutupnya.
 






