Laporan:Supriyadin
Konawe Utara, sultrademo.co– Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam mengantisipasi kelangkaan minyak goreng, tetapi masih belum maksimal. Sebab, hingga kini minyak goreng di wilayah kabupaten masih sulit untuk di dapatkan, tidak hanya sulit. Namun harga kian meroket mencapai 50 ribu/ liter
Salah satunya di Kabupaten Konawe Utara (Konut), saat ini masyarakat masih sulit untuk mendapatkan minyak goreng. Tidak hanya langka, harga minyak goreng masih terbilang mahal.
Berdasarkan hasil penelusuran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Konawe Utara menemukan hampir disetiap kios dan tokoh di wilayah tersebut tidak memiliki stok minyak goreng.
Dinas Perindag melalui seksi Pengawasan Perdagangan, Masta mengatakan bahwa sejak langkanya minyak goreng di Konawe Utara pihaknya telah melakukan penyisiran di 13 kecamatan Se Kabupaten Konawe Utara, namun tak satupun kios dan tokoh yang menjualnya
“Sejak langkanya minyak gereng ini kami yang tergabung dalam tim telah melakukan penelusuran di 13 kecamatan namun tak satupun yang kami temukan ada yang menjualnya,” kata Masta pada media ini
Masta juga mengatakan bahwa kelangkaan minyak goreng tersebut di picu berkurangnya stok minyak goreng di provinsi Sulawesi Tenggara sehingga merambat pada wilayah Kabuapten dan kota.
Namun Masta berharap agar masyarakat Konawe Utara tetap tenang dan tidak gaduh terkait kelangkaan ini.
” Kita berharap masyarakat jangan gaduh terkait kelangkaan ini, kami masih berkoridinasi terus oleh pihak provinsi untuk membantu mengatasi, kami juga masih terus kordinasi degan agen-agen besar di Kendari agar memasuki ramadan kebutuhan minyak ini bisa terpenuhi,”harapnya.
 






