Sultrademo.co – Muhamad Fajar Hasan, Ketua Harian Bappilu PDIP Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mendaftar sebagai calon bupati Muna Barat pada DPC PDIP Muna Barat. Fajar Hasan ditemani ratusan kader PDIP Muna Barat diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan Pilkada PDIP Muna Barat, I Gde Anggadnyana dan jajaran, di Kantor DPC PDIP Muna Barat, Jumat, 19 April 2024.
Fajar Hasan, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran DPC PDIP Mubar khususnya kepada Desk Pilkada atau Panitia Penjaringan Pasangan Calon Kepala Daerah, yang telah menyambut dengan hangat kedatangannya bersama kader. Pada kesempatan ini, Saya datang mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Muna Barat ditemani oleh para kader partai. Walau Saya kader, akan tetap mengikuti prosedur partai yang kita cintai ini dalam penjaringan calon kepala daerah, seperti juga prosedur yang ditempuh oleh non kader. Ini adalah momentum yang sangat baik, untuk kita saling membersamai, menguatkan, menopang, dan menyatukan gerak langkah, serta bergotong royong merebut kemenangan politik pada pilkada November nanti.
Selaku Ketua Harian Bappilu PDIP Provinsi Sultra, Fajar memberikan catatan yang amat sangat baik, dan hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran struktur partai dan kader di Mubar, mulai dari DPC, PAC, Ranting, dan Anak Ranting, serta teman-teman caleg, baik yang terpilih maupun yang belum terpilih, atas kerja kerasnya sehingga perolehan kursi PDIP di DPRD Mubar pada pilcaleg tahun ini sesuai ekspektasi dan membanggakan kita semua. Dengan modal politik yang cukup tersebut, PDIP Mubar memiliki kesempatan untuk mengusung paslon kader internal pada pilkada tahun ini, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Prestasi ini, tentu saja tidak tiba-tiba turun dari langit, tetapi oleh karena kerja keras, kegigihan, militansi dan soliditas seluruh kader partai di semua tingkatan. Sebagai ganjaran atas prestasi kader pada pilcaleg, maka sudah sepatutnya, pemberdayaan ekonomi terhadap seluruh kader harus menjadi atensi kita semua. Kita harus berdaya bareng-bareng, mewujudkan Tri Sakti Bung Karno, Berdaulat Dibidang Politik, Berdikari Dibidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Oleh karenanya, untuk mewujudkan cita-cita ekonomi – politik kader, langkah pertama yang saya lakukan adalah akan menyiapkan atau melanjutkan pembangunan Kantor DPC PDIP Muna Barat sebagai pusat aktivitas organisasi. Kantor partai nantinya, tidak hanya sebagai tempat aktivitas administrasi kepartaian dan gerakan politik, tetapi dapat pula menjadi inkubator pemberdayaan ekonomi kader. Kantor kita ini, tidak hanya ramai pada saat momentum politik lima tahunan saja, tetapi akan ramai selamanya, karena setiap aktivitas politik dan pemberdayaan ekonomi kader terpusat disini.
Lanjut Wakil Bendahara Umum ICMI Pusat tersebut, menyampaikan bahwa sudah dapat dipastikan, kader PDIP Mubar akan menempati posisi puncak legislatif yaitu sebagai Ketua DPRD Mubar. Satu tahapan, kita telah lewati dengan prestasi politik membanggakan, tinggal satu tahapan perjuangan lagi yaitu merebut posisi puncak eksekutif dengan menyiapkan dan mendukung kader untuk menjadi Bupati Mubar. Jika kita solid dan bersatu, bukan sesuatu yang sulit atau terjal untuk menempatkan kader sebagai Bupati Mubar. Karena partai ini sudah ditempa oleh sejarah dan pengalaman yang panjang, kita telah melewati medan juang sejarah yang berliku, bertarung dan memenangkan pilcaleg secara nasional tiga kali secara berturut-turut, serta memenangkan pilkada di berbagai daerah, partai ini adalah partai pemenang. Jika, Bupati Mubar dan Pimpinan DPRD Mubar adalah sama-sama kader partai, akan memudahkan percepatan realisasi program-program kerakyatan dalam membangun Mubar, diantaranya meningkatkan kesejahteraan wong cilik dan Marhaen di Mubar. Tentu saja, sebagai pemenang pilcaleg, kita tidak boleh jumawa, tetap ilmu padi. Kita perlu mengajak partai lain dengan tangan terbuka, bersama-sama dalam barisan perjuangan. Kita sadar betul, bahwa untuk memembangun Mubar, dibutuhkan banyak gagasan, dan keterlibatan banyak pihak, sehingga tercipta kolaborasi yang indah dalam memajukan Muna Barat yang kita cintai ini.
Lanjut mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Halu Oleo ini mengatakan, bahwa pilkada ini, tidak hanya tentang Saya dan tidak hanya tentang kita semua yang ada disini, tetapi pilkada adalah tentang tanah ini, tanah Mubar, tentang masa depan seluruh masyarakat Mubar. Mubar adalah negeri yang beradat, negeri yang majemuk dengan beragam suku dan kebudayaan sejak dulu, kita harus berkomitmen menjaganya, jangan sampai terkoyak hanya karena perbedaan pandangan politik. Mubar ini, sejak dulu menjadi pusat peradaban adat, budaya, pertanian, kemaritiman dan syar keagamaan. Oleh karenanya, dalam membangun Mubar, harus diintegrasikan nilai-nilai adat dan budaya dalam setiap gerak pembangunan. Tatanan adat, budaya dan kemajemukan, harus makin diperkuat agar citra Mubar sebagai negeri yang beradat, berbudaya dan majemuk serta bhineka tidak pernah luntur.
Pengurus Pusat Asosiasi Penambang Nikel tersebut, mengingatkan, kini usia Mubar sudah 10 Tahun, berdasarkan UU No. 14 Tahun 2014 tentang DOB Mubar. Kita patut tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejuang pemekaran sehingga Mubar menjadi daerah otonomi baru. Kita juga patut mengucapkan terima kasih kepada seluruh mantan-mantan pemimpin Mubar, Pak Rony Laute, Pak Rajiun, Pak Ahmad Lamani, dan Pak Bahri. Pembangunan yang telah dirintis dan dicapai pemimpin sebelumnya, harus dilanjutkan, tidak boleh terhenti atau tidak boleh dihentikan. Komitmen Saya, jika diberi amanah sebagai Bupati Mubar, akan tetap melanjutkan semua program-program pro rakyat para Bupati sebelumnya. Menurut Saya, para pemimpin sebelumnya telah membangun Mubar dengan serius dan dedikasi tinggi, sehingga Mubar tumbuh dan berkembang seperti saat ini. tutupnya










