Dituding Salahgunakan Dana BLT, Ini Penjelasan Kades Matapila

  • Whatsapp

Sultrademo co- Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Matapila, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) menuai polemik, Kepala Desa setempat dinilai salahgunakan BLT. Dengan kata lain tidak tepat sasaran.

Dibeberapa media lokal, dikabarkan warga setempat memprotes tindakan kepala desa yang terkesan diskriminatif, dimana BLT dari dana desa hanya diberikan kepada, perangkat desa, keluarga, dan kerabat dekat kepala desa.

Bacaan Lainnya

Dikomfirmasi, Kades Matapila, Arifudin menampik. Menurut dia, penetapan penerima BLT DD Matapila sudah sesuai perubahan peraturan Menteri Desa PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 menjadi Peraturan Menteri PDTT nomor 6 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

Kata dia, pendaatan penerima BLT Desa Matapila sesuai mekanisme. Ada tim dari penanganan covid desa yang tak lain adalah kepala dusun, dibantu para RT untuk mendata.

“Setelah kami melakukan pendaataan ada 64 KK yang terdata dan kemudian kami rapat musdes khusus yang dihadiri pendamping lokal desa, Ketua BPD, perangkat desa dan masyarakat, jadi penentuan penerima BLT diverifikasi lewat rapat forum dengan rujukan aturan yang ada dan sesuai kesepakatan kita bersama jadi bohong kalau ada diskriminasi disini,” tepisnya.

Dalam rapat, tambah dia, forum menyepakati bersama penerima PKH dan BNPT dari Kementerian Sosial tidak boleh menerima lagi BLT.

“Atau double nanti, makanya total penerima BLT DD desa Matapila berjumlah 48 KK, tapi ini blum final karna masih ada pencocokan data lagi di DPMD,” tutupnya.

Laporan : Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait