DKP Kendari Jadikan Pengolahan Ikan Program Prioritas 2026, Sasar UMKM dan Nelayan Pesisir

Ketgam : Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Agus Salim

Kendari, Sultrademo.co – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari menetapkan penguatan sektor pengolahan hasil perikanan sebagai salah satu program prioritas pada tahun 2026, Rabu (24/12/2025).

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Agus Salim, menyebutkan bahwa program ini akan menyasar kelompok masyarakat melalui pemberian bantuan alat pengolahan ikan.

Bacaan Lainnya

“Program prioritas kami di tahun 2026 adalah pemberian bantuan alat pengolahan ikan seperti mesin pembuat abon ikan dan freezer penyimpanan ikan,” kata Agus Salim.

Setelah bantuan disalurkan, Dinas Perikanan dan Kelautan akan melakukan pemantauan terhadap hasil olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat. Produk olahan tersebut nantinya akan dipasarkan melalui kelompok UMKM yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Kendari.

Bantuan yang akan diberikan kepada kelompok masyarakat yakni mesin pembuat abon ikan dan freezer penyimpanan ikan

Selain itu, Dinas Perikana dan Kelautan juga memberikan pelatihan pengolahan ikan melalui penyuluh perikanan. Kegiatan ini dibarengi dengan kampanye gemar makan ikan sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat.

Pada tahun 2026, program budidaya ikan sistem bioflok juga akan tetap dilanjutkan sesuai dengan ketersediaan anggaran. Pembinaan dan pendampingan kelompok masyarakat akan terus dilakukan sesuai tugas dan fungsi Dinas Perikanan dan Kelautan.

Di sisi lain, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari juga berharap program Kampung Nelayan Merah Putih dapat terealisasi di wilayah Kelurahan Puday dan Tondonggeu. Kedua wilayah tersebut dinilai telah memenuhi syarat utama, yakni memiliki lahan minimal satu hektare dan mayoritas penduduknya merupakan masyarakat nelayan pesisir.

“Di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan disediakan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan nelayan, seperti pabrik es, pengolahan hasil ikan, bengkel, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Agus Salim.

Pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh Koperasi Merah Putih yang berperan sebagai pusat pengelolaan hasil tangkapan, produksi, hingga pemasaran. Program ini akan dijalankan secara sinergis bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kendari.

Agus Salim berharap kehadiran Koperasi Merah Putih dapat memenuhi seluruh kebutuhan nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir.

“Tidak semua koperasi memiliki kampung nelayan, tetapi setiap kampung nelayan Merah Putih pasti memiliki koperasi. Inilah bentuk sinergi yang kita harapkan,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait