Dra Martina Ajak Siswa di Konut Hindari Pernikahan Dibawa Umur

Laporan: Supriyadin Tungga

Konawe Utara, Sultrademo.Co– Kementerian Agama Kabupaten Konawe Utara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan perkawinan pranikah remaja usia sekolah SMA Negeri 1 Asera  yang digelar oleh kemenag Konut di aula SMA 1 Asera 11/11/2021.

Bacaan Lainnya

Selaku pemateri pada kegiatan tersebut, Dra. Martina  mengurai problematika pernikahan dibawah umur baik yang akan terjadi maupun yang saat ini terjadi di lingkup pendidikan tingkat SMP hingga SMA

Pada umumnya Martina menjelaskan bahwa bimbingan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman kepada para siswa di sekolah-sekolah terkait resiko pernikahan/perkawinan usia dini, dan pentingnya upaya-upaya untuk mencegah pernikahan usia dini terjadi, sehingga angka pernikahan usia dini di Konut dapat teratasi.

Martina menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut  para pelajar memiliki bekal ilmu tentang resiko yang dihadapi, dan bagaimana kiat-kiat yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini.

“Para siswa sangat penting untuk diberi pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawanan (PUP). Ini dilakukan agar para siswa itu memiliki gambaran tentang resiko yang dihadapi dan bagaimana kiat-kiat yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini ini,” Bebernya.

Suatu pernikahan idealnya apabila antara pasangan suami istri matang baik dari segi biologis maupun psikologis, bahkan dari aspek kesiapan sosial dan ekonomi.

“Kematangan biologis adalah apabila seseorang telah cukup usia maupun dari segi fisik dan materi. Sedangkan kematangan psikologis adalah bila seseorang telah dapat mengendalikan emosinya dan dapat berpikir secara baik, dapat menempatkan persoalan sesuai dengan keadaan,” ucap Martina.

Menurutnya, sosialisasi pencegahan pernikahan dini tersebut sangat penting untuk sama-sama dipahami terutama oleh para pelajar sekolah yang usianya belum cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Karena dampak dari pernikahan dini apabila ditinjau dari aspek psikologis dan aspek sosial akan sangat berpengaruh terhadap individu pelaku pernikahan dini tersebut.

Pos terkait