Evaluasi Total dan Penataan Struktur, PDI-P Sultra Bidik Dominasi Politik 2030

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat menata ulang kekuatan politiknya.

Melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar serentak di 17 kabupaten/kota, partai berlambang banteng moncong putih ini melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja periode lalu sekaligus menyusun strategi pemenangan untuk lima tahun ke depan.

Bacaan Lainnya
 
 

Agenda konsolidasi akbar tersebut dipusatkan di Hotel Sahid Azizah Syariah, Kendari, Senin (24/11/2025). Forum ini menjadi titik pijak krusial bagi PDI-P Sultra dalam memantapkan ideologi partai serta memastikan soliditas struktur organisasi menghadapi dinamika politik hingga tahun 2030.

Wakil Bendahara DPP PDI-P Bidang Internal, Ir Rudianto Tijen, yang membuka acara tersebut, memberikan apresiasi atas kinerja mesin partai di Sultra sepanjang periode 2019–2025. Menurut dia, PDI-P Sultra telah mencatatkan prestasi elektoral yang signifikan.

”Saya mendapatkan laporan bahwa kita mencapai kesuksesan yang luar biasa. Periode 2019–2025 telah bekerja dengan maksimal,” ujar Rudianto di hadapan para kader.

Salah satu indikator keberhasilan yang disorot Rudianto adalah dominasi PDI-P di lembaga legislatif daerah. Partai ini berhasil mendudukkan kadernya sebagai tujuh ketua DPRD dan tujuh wakil ketua DPRD di berbagai wilayah Sultra.

Namun, Rudianto mengingatkan agar kader tidak terlena. Ia secara terbuka menyebut masih ada tiga wilayah yang belum mencapai target yang ditetapkan partai.

Oleh karena itu, Konferda kali ini menjadi momentum perbaikan. Penyusunan struktur kepengurusan baru dinilai vital untuk menutup celah kelemahan di daerah-daerah yang belum maksimal.

”Kepengurusan lima tahun lalu telah kita lalui dengan baik, meski ada kekurangan. Hari ini kita menyusun struktur untuk lima tahun ke depan, mempertegas cita-cita perjuangan kita untuk Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Terkait struktur inti, Rudianto mengungkapkan bahwa DPP telah memfinalisasi tiga unsur pimpinan utama ketua, sekretaris, dan bendahara melalui proses seleksi dan wawancara yang ketat.

Meskipun ia mengakui potensi adanya perbedaan pandangan dalam penetapan tersebut, ia meminta seluruh kader untuk tegak lurus pada keputusan partai demi tujuan yang lebih besar.

Selain penataan internal, fokus utama PDI-P Sultra ke depan adalah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Rudianto menekankan bahwa mesin partai tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi antara struktur partai dan kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota adalah kunci untuk menerjemahkan visi partai menjadi kebijakan publik yang nyata.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD PDI-P Sultra, Lukman Abunawas, menegaskan bahwa konsolidasi ini harus berdampak hingga ke akar rumput. Ia tidak ingin struktur partai hanya kuat di atas kertas, tetapi lemah dalam merespons kebutuhan rakyat.

”Sulawesi Tenggara memiliki potensi politik yang besar. Melalui Konferda dan Konfercab ini, kita ingin memastikan struktur partai di semua tingkatan semakin kokoh, responsif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Lukman.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus DPD, DPC, dan perwakilan kader se-Sultra ini ditutup dengan penetapan struktur kepengurusan baru periode 2025-2030, menandai dimulainya babak baru langkah politik PDI-P di Bumi Anoa.

Laporan: Nur Mina (Magang)

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait