Kendari, Sultrademo.co – Puncak pelaksanaan Festival Nambo yang dirangkaikan dengan UT Nambo Run berlangsung meriah, Minggu(20/11/25).
Lomba lari yang mengambil start dari Jembatan Kuning Bungkutoko dan finis di Pantai Nambo ini diikuti ribuan masyarakat serta jajaran pemerintah Kota Kendari.
Turut hadir Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, unsur pimpinan DPRD Kota Kendari, Forkopimda, Direktur Bank Sultra, Ketua KONI Kota Kendari, Kepala OPD lingkup Pemkot, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra, pihak Universitas Terbuka (UT) Kendari, dan berbagai komunitas olahraga.
Wakil Rektor Universitas Terbuka, Rahmat Budiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Sulawesi Tenggara.
Ia mengungkapkan, saat ini UT Kendari memiliki sekitar 7.000 mahasiswa, sementara secara nasional jumlah mahasiswa UT mencapai 780.000 orang, menjadikannya salah satu perguruan tinggi dengan mahasiswa terbanyak di Indonesia.
“Biaya kuliah UT sangat terjangkau, bahkan satu SKS untuk S1 lebih murah daripada secangkir kopi. Pembayaran bisa dilakukan di mana saja, termasuk dengan QRIS,” ujarnya.
Rahmat juga menegaskan fleksibilitas sistem pendidikan UT, yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian di mana saja selama memiliki akses internet.
Ia pun mengajak masyarakat Kendari yang belum menempuh pendidikan tinggi—baik D3, S1, S2, maupun S3—untuk melanjutkan pendidikan melalui UT.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Nambo dan UT Nambo Run yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta melibatkan banyak pelaku UMKM.
Ia mengungkapkan terdapat delapan rangkaian kegiatan dalam festival tahun ini, termasuk lomba mewarnai, tari tradisional, permainan bola bali, dan berbagai pertunjukan lainnya.
“Event ini sangat baik dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Banyak UMKM ikut serta. Harapan kami, Festival Nambo bisa masuk dalam kalender tahunan Kota Kendari,” ungkapnya.
Siska juga menjelaskan alasan pemilihan rute lari yang melintasi wilayah perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, agar peserta dapat merasakan langsung suasana dan kondisi masyarakat di kawasan tersebut.
Pantai Nambo yang menjadi lokasi finis kegiatan disorot sebagai salah satu destinasi unggulan kota. Wali kota menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus membenahi kawasan ini.
“Pantai Nambo ini sangat bersih dan akan kami kembangkan lebih jauh. Ke depan, pemerintah akan membangun Convention Center sehingga kawasan ini bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hingga wisatawan dari luar daerah,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Siska mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat terus terjaga untuk kemajuan Kota Kendari.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






