Jakarta, Sultrademo.co –Visioner Indonesia menggelegar diskusi publik dengan tema “Transisi Energi Membedah Peluang dan tantangan PERTAMINA” yang dilaksanakan di Jakarta, pada Sabtu 16 Desember 2023. Tujuan diskusi ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi hijau.
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Visioner Indonesia, Akril Abdillah mengatakan, Pertamina tengah menghadapi tantangan besar terkait transisi energi global menuju sumber terbarukan. Namun, transisi ini juga membuka peluang bagi Pertamina beradaptasi.
“Pertamina sudah mulai mengembangkan bisnis di sektor terbarukan seperti panas bumi, biofuel, dan surya. Meski porsinya baru 1% dari total produksi Pertamina, potensinya cukup besar mengingat sumber daya terbarukan Indonesia melimpah,” ungkap Akril dalam keterangannya, Sabtu 16/12/2023.
Disisi lain, Peneliti Langit Biru, Muhammad Ramadhan menambahkan, tantangan utama Pertamina adalah menurunnya permintaan BBM seiring berkurangnya kendaraan berbahan bakar fosil. Apalagi dengan program kendaraan listrik pemerintah.
“Menurut International Energy Agency, 30-35% kendaraan global akan bertenaga listrik pada 2040. Ini akan memangkas permintaan bensin dan solar tajam. Kondisi inilah yang memaksa Pertamina beradaptasi dengan melakukan transisi bisnis. Jika gagal, Pertamina bisa kehilangan revenue signifikan,” urai Ramadhan.
Sementara itu, Aktivis lingkungan, Abdul Razak menambahkan, inovasi energi hijau menjadi fokus utama untuk mengatasi tantangan iklim dan ketergantungan energi fosil. Energi terbarukan telah berkembang pesat dengan berbagai inovasi yang menjanjikan potensi sumber energi bersih dan berkelanjutan.
“Manfaat energi hijau antara lain ramah lingkungan, sumber terbarukan, diversifikasi pasokan energi, lapangan kerja baru, stabilitas harga, dan kesehatan masyarakat,” pungkas Razak. (*)
 






