Hamili Istri Orang, mantan Kapolsek Mowewe Diganjar Sanksi Administrasi

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Oknum anggota Polisi berinisial Iptu BT yang dilaporkan karena dugaan melakukan tindakan asusila dengan istri orang lain, sudah menjalani sidang Kode etik di Propam Kepolisian daerah (Polda) Sultra. Rabu (13/5/2020).

Kabid Humas, AKBP Ferry Walintukan saat ditemui di Polda Sultra mengatakan, hasil putusan sidang kode etik terbukti bahwa terlapor melakukkan perbuatan asusila.

Bacaan Lainnya

“Hari ini agenda sidangnya putusan, dengan putusan bahwa pelaku pelanggaran dinyatakan sebagai perbuatan tercela,” ujar Ferry kepada wartawan, Rabu (13/5/2020)

Selain sanksi etika, lanjut Ferry, Iptu BT juga dijatuhi hukuman secara administrasi berupa pemindahan tugas ke fungsi yang berbeda dan mendapatkan penurunan jabatan yang lebih rendah (Demosi) sekurangnya selama empat tahun.

“Sekarang dipindahkan di Yanma, terkait laporan karena berbuat asusila iya memang laporan seperti itu,” ungkapnya.

Ferry menjelaskan, sanksi itu sudah sesuai dengan perbuatan pelaku tanpa dilakukan pemecatan. Karena sesuai dengan pertimbangan para hakim yang mengadili terlapor. Selain itu, terlapor juga mengakui perbuatanya.

“Masalah anak hasil hubungan gelap, terlapor juga masih menunggu hasil tes DNA. Dan jika hasilnya keluar maka BT wajib menafkahi anak dan wanita itu,”tuturnya

“Kalau tidak, kemungkinan akan dikenakan sanksi lainnya karena menelantarkan pelapor dengan anak itu,” tutup Ferry.

Dari sumber terpercaya. Wanita yang dihamili oleh oknum polisi itu sudah memiliki lima orang anak bahkan masih memiliki suami dari pernikahan yang sah. Iptu BT melakukan hal tersebut saat masih menjabat Kapolsek Mowewe, Kolaka Timur.

Laporan : Ilfa
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait