Harga Bahan Pokok Melonjak Naik, Disperindag Sultra Gelar Pasar Murah

Disperindag saat menggelar pasar murah, berlokasi di Lapangan Kantor Disperindag Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 17 – 22 Oktober 2023, dibuka pada pukul 09:00 – 15.00 WITA.

Kendari, Sultrademo.co – Musim kemarau yang dibarengi dengan wabah elnino menjadi salah satu faktor bahan-bahan pokok di pasaran melonjak naik. Mulai dari harga beras hingga cabai pun tidak luput dari kenaikan harga. Kamis, (19/10/2023).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), La Ode Muhammad Fitrah Arsyad memberikan tanggapan atas kenaikan harga yang terjadi.

Bacaan Lainnya

“Bahan pokok yang saat ini naik beras sama cabai. Untuk cabai ada kenaikan sedikit, kalau beras karena sekarang lagi musim elnino otomatis hampir merata kekeringan di semua kabupaten kota Sulawesi Tenggara baik itu nasional, sehingga menyebabkan masa panen ini jadi panjang. Makanya stok beras berkurang, begitu juga di penggilingan stok beras yang masuk dari petani berkurang. Sehingga memang mau tidak mau, permintaan meningkat sedangkan stok kurang mengakibatkan harga pun ikut naik. Kita sudah ada intervensi pemerintah dengan menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog. Dan ini sudah jalan di sepuluh kabupaten, tinggal tujuh kabupaten sementara berjalan dan diupayakan diselesaikan sampai bulan Desember mendatang,” ungkapnya.

Disperindag juga menggelar pasar murah sebagai solusi yang ditawarkan, berlokasi di Lapangan Kantor Disperindag Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 17 – 22 Oktober 2023, dibuka pada pukul 09:00 – 15.00 WITA.

“Salah satu peran kami, Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah menjaga stabilitasi harga. Untuk itu tetap berupaya melaksanakan intervensi pasar dengan melaksanakan pasar murah. Untuk kota Kendari, di halaman kantor. Terus rencana sambil menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) turun, kita laksanakan di lima kabupaten yaitu Konawe Utara, Muna, Kolaka Utara, Baubau dan Buton Utara,” bebernya.

Karyawan pasar murah di Disperindag, Karni mengungkapkan dengan diadakannya pasar murah ini sebagai upaya membantu dan mengurangi beban masyarakat akibat melonjaknya harga yang terjadi.

“Sudah beberapa bulan, harga bahan pokok memiliki kenaikan harga. Kelonjakan harga mulai dari beras, cabai dan telur. Jadi, kami mengadakan pasar murah untuk mengurangi beban masyarakat. Misalnya harga telur di pasaran sekitar Rp. 58.000 – Rp. 60.000 dibandingkan dengan pasar murah hanya sekitar Rp. 52.000. Harga beras juga melonjak sekitar Rp. 65.000 – Rp. 70.000 dibandingkan dengan pasar murah Rp. 53.000. Jadi, kami harus mengadakan kegiatan seperti ini supaya masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya di dapur,” jelasnya.

Mariam, salah satu pembeli di pasar murah mengaku sangat terbantu dengan diadakannya pasar murah ini.

“Sangat membantu sebenarnya karena harga di pasaran mahal. Setidaknya membantu ekonomi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah. Karena beban harga bisa dikatakan lumayan, dilihat dari perbedaan harga yang ada. Melonjaknya harga beras dan telur, terlebih lagi harga beras yang ada di pasaran,” tutupnya. (Norlavyon Almudilan/M1)

 

 
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait