Hasil Survey BSI, 4 Figur Cagub Sultra Miliki Peluang Sama Menang

  • Whatsapp

KENDARI,( SultraDemoNews)- Konferensi Pers oleh Lembaga Survey Barometer Suara Indonesia (BSI), pada 14 September di salah satu Kedai Kopi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukan 4 Calon Gubernur (Cagub) yang memiliki peluang sama dalam memenangkan Pilgub Sultra mendatang.

Direktur Riset BSI Dr. Ruslan mengatakan, Sebelum mengukur tingkat elektabilitas dalam survey, terlebih dahulu mengukur tingkat keterkenalan atau popularitas kandidat gubernur Sultra. Dari 25 calon yang dilibatkan dalam survey, tingkat popularitas yang paling menonjol adalah Ali Mazi dan La Ode Ida, keduanya memiliki persentase lebih dari 80% artinya dipastikan kedua figure telah dikenal oleh masyarakat Sultra menurut survey ini.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, hal yang wajar karena Ali Mazi merupakan mantan Gubernur Sultra. Sedangkan La Ode Ida merupakan tokoh Sultra yang memiliki jabatan penting di pusat. Lain halnya dengan kandidat lain yang masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dalam hal memperkenalkan diri, gambar dan nama.

Berdasarkan hasil survey terbaru di lapangan sejak 26 Agustus sampai 3 September 2017, 700 responden yang mengisi kuisioner dan dilakukan teknik wawancara tatap muka langsung, menunjukan 4 di antara 17 calon menduduki posisi teratas, yakni Rusda Mahmud, Asrun, La Ode Ida dan Ali Mazi dengan suara mengambang sebesar 17,6%.

Dari 17 kandidat Cagub Jika diperkecil, jadi 4 besar, kandidat yang bertarung di Pilgub Sultra, maka tingkat elektabilitas dari keempat kandidat Gubernur tersebut memiliki peluang yang sama untuk terpilih berdasarkan margin of error yang digunakan, meski secara porsentase memiliki perbedaan. Rusda Mahmud dengan elektabilitas 20,8%, La Ode ida dengan elektabilitas 15,2% dan suara mengambang sebesar 27,3%.

Jika suara mengambang didistribusikan keempat kandidat yang dilibatkan dalam survey sesuai dengan hasil kerja dari kandidat Gubernur bersama tim suksesnya, maka hasil distribusi tersebut mampu merubah susunan tingkat elektabilitas keempat kandidat tersebut.

“Tingkat elektabilitas masing-masing kandidat dimungkinkan berubah jika partai pengusung kandidat sudah jelas, pasangan masing-masing kandidat gubernur sudah ditetapkan serta program pemenangan yang dapat dilakukan dengan baik dan tetap,” tutup Ruslan di akhir Konferensi Persnya. Kamis (14/9/17).

Laporan : Anggun Karsila

Pos terkait