Kendari. Sultrademo.co– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali memperoleh Rekor Muri Indonesia.
Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu. IAIN Kendari juga pernah memecahkan Rekor Muri Indonesia kategori senam tongkat terpanjang 3,4 Km pada momentum kegiatan Perkemahan Wirakarya (PW) tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se Indonesia ke XIII
Kini perguruan tinggi bergelar kampus biru itu meraih Rekor Muri kategori pembuat pantun moderasi beragama terbanyak dengan presentase unggahan 4.079 pada media sosial Tiktok.
Rekor Muri tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Marketing Muri, Awan Rahargo kepada Rektor IAIN Kendari Dr. Husain Insawan, M.Ag disaksikan oleh petinggi kampus, Dosen, Staf, Pengurus Lembaga Mahasiswa, serta ribuan peserta Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) Masiswa baru IAIN Kendari. Senin, 21/08/2023.

Usai menerima plakat, Rektor IAIN Kendari. Dr. Husain Insawan, M.Ag mengucapkan terimakasih kepada Muri yang telah menyambut hangat kreasi dan partisipasi IAIN Kendari. Demikian juga kepada seluruh civitas akademika atas partisipasi dan semangat yang didorong dalam menyukseskan pantun moderasi beragama hingga meraih rekor Muri.
“Terimaksih atas dukungan Tim Muri, panitia, para pejabat struktural fungsional maupun pejabat dengan tugas tambahan sehingga kita bisa mempersembahkan rekor Muri pantun moderasi beragama terbanyak melalui aplikasi Tiktok,” ungkapnya.
Ditambahkannya, tujuan kegiatan konten pantun moderasi beragama itu yakni terwujudnya program yang tertuang dalam visi IAIN Kendari unggul dalam moderasi dan visioner dalam pengembangan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, sambung Husain, Civitas IAIN Kendari melakukan kampanye pantun moderasi beragama. Tujuannya yakni mengakrabkan mahasiswa pada prinsip dan nilai moderasi itu sendiri.
“Dalam kegiatan konten moderasi ini pihak kampus melibatkan sebanyak 4.007 orang mahasiswa baru dan juga mahasiswa lama sebanyak 7.894 orang,” jelasnya.
Selain itu, tujuan dari konsep kegiatan ini adalah mempublikasikan IAIN kendari melalui digitalisasi dan mengusung kearifan lokal melalui pantun agar dapat dikenal dunia.
“Pantun itu ciri Indonesia, untuk itu moderasi ini kita dorong agar seluruh masyarakat dan elemen kampus bisa memahami moderasi dan bisa mempraktekkan,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Direktur Marketing Muri, Awan Rahargo mengatakan mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan dan konten yang telah digagas oleh civitas akademika IAIN Kendari. Pasalnya melalui inisiatif tersebut IAIN Kendari mampu memecahkan Rekor Muri Indonesia.
“Dengan jumlah 4.079 konten yang di update IAIN Kendari mampu peroleh Rekor Muri dari yang sebelumnya kita usulkan 3000 sehingga ini memenuhi kriteria dalam penilaian kami,” tandasnya.
Laporan: Supriyadin
Editor : AK
 






