Kendari, Sultrademo.co – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang diumumkan pemerintah (3/9) beberapa waktu lalu dan imbasnya berdampak pada naiknya tarif jasa transportasi angkutan kota (angkot).
Efan, salahsatu sopir angkot di kota Kendari saat ditemui oleh sultrademo.co mengatakan, pihaknya telah menaikkan harga jasa angkutannya. Adapun harganya bervariasi tergantung dari status penumpang.
“Untuk pelajar dan mahasiswa dari tarif Rp 3.000 rupiah menjadi Rp 5.000 rupiah. Sedangkan tarif umum Rp 5.000 rupiah menjadi Rp 7.000 rupiah,” ujar Efan pada Rabu (7/9/2022).
Dirinya menerangkan jika tidak menaikan tarif harga angkot pihaknya akan merasa rugi.
“Tidak sesuai juga kalau harga pertalite Rp 10 ribu dengan tarif mahasiswa tiga ribu hancur kita. Makanya kita naikan supaya sesuai,” kata Efan.
Terkhusus di Kendari, kenaikan tarif angkot tersebut berlansung sejak (5/9) saat mahasiswa gelar demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sultra.
“Ini kita naikan saat mahasiswa demo dua hari yang lalu,” tambahnya.
Tomi salahsatu penikmat jasa transportasi angkot mengaku kenaikan tarif angkot sudah sesuai dengan naiknya harga BBM saat ini.
“Kemarin saya naik angkot tujuh ribu saya bayar, tapi mau diapa, kita juga tidak bisa pungkiri karna BBM juga naik,” pungkasnya.
Laporan: Muh Sulhijah
 






