Insiden Truk MBG: SPPG Jakut Tegaskan Pengemudi Bukan Sopir Resmi

Ketgam : Insiden kendaraan pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak pagar sekolah, siswa, serta seorang guru. Foto: istimewa

Jakarta, Sultrademo.co – Insiden tragis terjadi di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) pagi. Sebuah kendaraan pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak pagar sekolah, siswa, serta seorang guru saat para tenaga pendidik tengah menyiapkan barisan untuk kegiatan literasi.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menyampaikan bahwa pengemudi kendaraan tersebut bukan sopir tetap.
“Sopir kendaraan bukan sopir sebenarnya tapi sopir pengganti, SPPG tersebut di bawah Yayasan Darul Esti,”jelas Sahrul dikutip dari disway.id.

Bacaan Lainnya

Data awal mencatat sedikitnya 18 orang menjadi korban, termasuk satu guru. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD terdekat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan duka mendalam atas kejadian ini.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tragis yang menimpa para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini merupakan musibah yang sangat mengejutkan,” ujarnya.

Dadan menegaskan komitmen BGN untuk mendukung penuh proses investigasi.

“Kami juga akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, turun langsung ke lokasi kejadian dan RSUD untuk memastikan proses penanganan korban berjalan secepat mungkin.

“Saya sudah berada di lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal,” tuturnya.

Sony memastikan seluruh biaya perawatan korban sepenuhnya ditanggung oleh BGN.
”Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Klas 1 (RSUD) semua,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa operasional Program MBG tetap berjalan tanpa gangguan.

“Secara internal BGN melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya peristiwa. Peristiwa tersebut tidak menghambat operasional dan pelayanan MBG,” tambah Sony.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, turut menyampaikan keprihatinan mendalam.

“Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Prioritas kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik, serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Nanik menegaskan bahwa BGN kini memperketat standar keselamatan dan pengawasan operasional MBG, termasuk verifikasi sopir dan penyedia armada.

“Kami memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan. BGN akan memperketat standar pengawasan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, serta kedisiplinan implementasi SOP di lapangan,”tegasnya.

BGN memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari SOP distribusi, koordinasi lapangan, hingga kelayakan kendaraan, agar tragedi serupa tidak terulang.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait