Jalan Usaha Tani Rusak, Warga Lamooso Minta PT. BNP Perbaiki

Warga desa Lamooso saat memboikot jalan

Laporan: Supriyadin Tungga

Konawe Selatan, Sultrademo.co– Puluhan warga Desa Lamooso Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memblokade Jalan usaha tani yang di lalui mobil perusahaan PT.Bintang Nusa Pertiwi(BNP) yang diketahui perusahaan tersebut bergerak di bidang perkebunan sawit.

Bacaan Lainnya

Blokade yang dilakukan para warga tersebut memasang tiang beton pada bahu jalan

Salah satu warga Lamooso Apit, yang ikut pada konpoy menerangkan bahwa pihaknya dan warga lainnya geram dengan keberadaan perusahaan yang mengakibatkan jalan usaha tani semakin sulit untuk di lalui.

Pada aksi itu juga, Apit menuntut pihak perusahaan agar memperbaiki jalan yang ada hingga bisa dilewati para penggiat pertanian.

“Akibat jalan yang rusak warga yang beraktivitas di dalam lumpuh, apalagi di musim hujan sekarang tambah parah, kendaraan sudah susah lewat, sehingga kami berharap kepada pihak perusahaan untuk segera memperbaikinya,” ujarnya

Sebelum turun menutup jalan, rupanya pihak Kepala Desa Lamooso Sumiati, telah melayangkan surat pemberitahuan untuk perbaikan jalan kepada pihak perusahaan PT.BNP, namun surat tersebut tidak diindahkan. Akibatnya Kepala desa tersebut langsung turun lokasi melihat kondisi jalan usaha tani, hingga memberikan respon yang senada dengan warganya yakni menuntut pihak perusahaan perbaiki jalan.

“Saya menyayangkan kepada pihak Perusahaan PT. Bintang Nusa Pertiwi (BNP) yang tidak cepat merespek surat yang telah kami layangkan, selain itu sudah seringkali juga saya sampaikan terkait dengan kondisi jalan usaha tani yang di lalui oleh perusahaan yang kondisinya tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

Untuk itu, Sumiati berharap dengan kegiatan tutup jalan usaha tani ini bisa memberikan warning pada pihak perusahaan agar terus memperdulikan masyarakat terutama dari segi inprastrukturnya. Tidak hanya mementingkan keuntungan diri pihak perusahaan

Ditempat terpisah, Camat Angata Hasran Parenda berkomitmen akan membantu memberikan mediasi antara masyarakat dan pihak perusahaan untuk membicarakan persoalan yang ada terutama mempercepat perbaikan jalan usaha tani.

Lanjut Hasran, dengan adanya aturan baru mengenai investasi maka pihak pemerintah dan masyarakat tidak boleh menghambat investasi, tetapi pihak perusahaan juga harus tahu kewajibannya agar masyarakat tidak merasa dirugikan.

“Insya Allah besok kami akan menyurat kepada perusahaan dan hari senin 5 Juli 2021 kita akan dudukan bersama untuk mencari solusi,”katanya.

Sementara, pihak perusahaan menanggapi, persoalan kerusakan jalan tidak semata dilakukan oleh pihak perusahaan melainkan juga sering dilewati angkutan kayu hutan, belum lagi kondisi cuaca yang semakin memburuk mengakibatkan jalan semakin buntu.

Diakuinya juga, persoalan surat Pemerintah desa pada perusahaan telah diterima oleh Pelaksana tugas (PLT) asisten perkebunan(ASKEP) Febriadi tanggal 28 juni 2021, namun kata dia perusahaan tidak memungkinkan untuk melakukan karena kondisi cuaca, yang ada akan memperparah jalan jika dipaksakan ditimbun.

Tetapi mewakili perusahaan, lanjutnya, pihaknya telah berkordinasi dengan pimpinan pusat dan berkomitmen dalam waktu satu dua hari ini akan melakukan penggusuran perbaikan jalan.

“Kami sudah sampaikan di pusat terkait dengan permasalahan di lapangan dan sudah di setujui, kemarin kami sudah mencari alat berat untuk di kontrak berhubung kami tidak punya alat berat sendiri dan Alhamdulillah kami sudah dapat di kendari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Humas, Jamal menyebutkan bahwa ada 4 desa yang akan di perbaiki, selain jalan usaha tani wilayah empat Lamooso, juga di desa Sandarsi Jaya, Desa Kosambi dan desa Puuroe.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait